Satu Tandon Jadi Andalan 40 KK, BPBD Jember Kembali Salurkan 5.000 Liter Air di Tegal Gede
- 08 September 2026
- Dibaca 34 Kali
Bagikan Via:
Satu Tandon Jadi Andalan 40 KK, BPBD Jember Kembali Salurkan 5.000 Liter Air di Tegal Gede
JEMBER, 08 SEPTEMBER 2026 – Satu tandon berkapasitas 5.000 liter kini menjadi salah satu tumpuan warga RT 04/RW 07, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, di tengah kondisi sumur yang mulai mengering akibat musim kemarau.
Sebanyak 40 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Kondisi ini telah dirasakan warga sejak Juli 2026, ketika beberapa sumur mulai kehilangan debit air meski memiliki kedalaman sekitar 8 hingga 10 meter.
Terbatasnya sumber air membuat warga harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sumber mata air terdekat diketahui berada sekitar satu kilometer dari permukiman, sehingga keberadaan tandon penampungan menjadi sangat penting untuk memudahkan masyarakat memperoleh air.
Melihat kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Jember kembali melakukan distribusi bantuan air bersih pada Senin, 07 September 2026. Kegiatan ini merupakan distribusi air bersih ke-9 di lokasi tersebut sebagai bagian dari penanganan dampak kekeringan.
Tim BPBD menuju lokasi sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah melakukan koordinasi dengan lingkungan setempat, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD melakukan pendampingan distribusi air bersih bersama DPRKPLH.
Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke tandon milik warga yang telah tersedia. Air tersebut kemudian dapat dimanfaatkan secara bersama-sama oleh masyarakat yang terdampak.
M. Zaenudin Permana, TRC BPBD Jember, mengatakan keberadaan tempat penampungan air sangat membantu proses distribusi kepada warga terdampak.
“Dengan adanya tandon yang tersedia di lokasi, bantuan air bersih dapat langsung ditampung dan dimanfaatkan oleh warga yang terdampak kekeringan,” ujarnya.
Selain mendampingi proses distribusi, petugas juga melakukan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Warga diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan menghemat persediaan yang ada, mengingat kondisi sumber air belum sepenuhnya pulih.
Hingga kegiatan selesai, distribusi berlangsung aman, kondusif dan terkendali tanpa kendala. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar warga selama musim kemarau masih berlangsung.
BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih di wilayah tersebut dilakukan secara berkala sebanyak 5.000 liter setiap dua hari sekali. Pola distribusi tersebut akan menyesuaikan kebutuhan warga dan perkembangan kondisi sumber air di lapangan.
Kondisi kekeringan di Tegal Gede menjadi gambaran bahwa keterbatasan sumber air dapat langsung berdampak pada kebutuhan dasar masyarakat. Dengan sumur warga yang mulai mengering dan sumber mata air berjarak sekitar satu kilometer, pasokan air melalui distribusi pemerintah menjadi salah satu penopang penting bagi warga hingga kondisi sumber air kembali mencukupi. (bob)