Sawah Krisis Air, HIPPA Margo Rukun Antirogo Pompa Air dari Avour
- 29 September 2026
- Dibaca 25 Kali
Bagikan Via:
Sawah Krisis Air, HIPPA Margo Rukun Antirogo Pompa Air dari Avour
JEMBER, 29 SEPTEMBER 2026 – Ancaman gagal panen akibat krisis air mulai diantisipasi petani di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember. Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Margo Rukun bersama petani dan sejumlah unsur terkait menggelar musyawarah lapangan sekaligus mengupayakan pengairan sawah dengan memompa air dari avour, Selasa, 29 September 2026.
Langkah tersebut dilakukan menyusul kemarau panjang yang menyebabkan debit air menurun. Kondisi diperparah dengan kebocoran sejumlah saluran irigasi tersier. Akibatnya, sebagian lahan pertanian mengalami kritis air dan berpotensi mengganggu hasil panen.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dipusatkan di Jalan Koptu Berlian, kawasan Juru Turap Saiman/P. Mutik, wilayah Kelompok Tani Rukun Makmur. Air dari avour dipompa untuk dialirkan menuju lahan pertanian yang membutuhkan pasokan.
Musyawarah lapangan tersebut dihadiri Lurah Antirogo Teguh Tri Laksono, SE, MM, bersama staf kelurahan, PPL Antirogo Eni, Juru Pengairan Suwanto, Staf Anggota DPRD Komisi B Sidik, Babinsa Antirogo Yasin, Gapoktan Cahaya Muda, Poktan Rukun Makmur, jajaran HIPPA Margo Rukun, serta para petani.
Lurah Antirogo Teguh Tri Laksono mengatakan, penanganan krisis air membutuhkan kerja sama seluruh pihak, terutama antara petani, HIPPA, kelompok tani, petugas pengairan dan pemerintah kelurahan.
“Kami mendukung langkah yang dilakukan HIPPA Margo Rukun bersama para petani. Pemompaan air dari avour ini merupakan ikhtiar bersama agar lahan yang mengalami krisis air tetap mendapatkan pengairan,” kata Teguh.
Dia berharap koordinasi pengelolaan air terus diperkuat sehingga distribusi air dapat dilakukan secara efektif dan merata kepada petani yang membutuhkan.
Ketua HIPPA Margo Rukun Wibowo menyampaikan, pemompaan air merupakan salah satu upaya untuk mengatasi kondisi sawah yang mulai kritis. Sebelumnya, HIPPA juga mengusulkan bantuan air melalui flushing dari Sumberjambe.
“Yang kami lakukan ini sebagai upaya bersama agar sawah yang sedang kritis air tetap mendapatkan pasokan. Kami berharap pengairan bisa membantu petani mempertahankan tanamannya dan mencegah kerugian yang lebih besar,” ujar Wibowo.
Kondisi kekurangan air tersebut menjadi perhatian petani karena kemarau panjang berpengaruh terhadap ketersediaan air di jaringan irigasi. Kebocoran saluran tersier juga membuat distribusi air ke sejumlah lahan tidak optimal.
Karena itu, pemompaan dari avour diharapkan menjadi solusi sementara untuk mempertahankan tanaman hingga masa panen. Selain tindakan teknis, musyawarah lapangan juga menjadi sarana memperkuat koordinasi agar pengelolaan air dilakukan secara bersama dan terarah. (dan)