Sempat Khawatir Pasang KB Implan, Warga Sukorambi Jember Akui Nyaman Usai Mendapat Pelayanan Gratis
- 25 September 2026
- Dibaca 37 Kali
Bagikan Via:
Sempat Khawatir Pasang KB Implan, Warga Sukorambi Jember Akui Nyaman Usai Mendapat Pelayanan Gratis
JEMBER, 24 SEPTEMBER 2026 – Kekhawatiran sebelum menggunakan alat kontrasepsi kerap dirasakan masyarakat, terutama mereka yang baru pertama kali memilih metode tertentu. Pengalaman tersebut juga dialami Putri, warga Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, yang mengikuti pelayanan keluarga berencana (KB) gratis di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Fitri Nur Diana, Kamis 24 September 2026.
Putri mengaku sempat merasa khawatir sebelum menjalani pemasangan kontrasepsi implan. Pasalnya, pelayanan tersebut merupakan pengalaman pertamanya menggunakan metode kontrasepsi tersebut.
Namun, kekhawatiran itu perlahan sirna setelah dirinya mendapatkan pelayanan dari tenaga kesehatan. Proses pemasangan implan yang semula dibayangkan akan menimbulkan rasa sakit ternyata dapat dijalaninya dengan nyaman.
"Sebelum saya memasang KB implan, saya khawatir karena ini pertama kali saya pasang KB. Kemudian, setelah dipasang, tidak terasa sama sekali. Bu bidannya ramah sekali, jadi saya lebih nyaman. Terima kasih," ujar Putri.
Pengalaman Putri menjadi salah satu kisah dari pelaksanaan pelayanan KB gratis dalam rangka World Contraception Day (WCD) atau Hari Kontrasepsi Sedunia di Kabupaten Jember.
Kegiatan yang berlangsung mulai 7 September hingga 7 Oktober 2026 tersebut dilaksanakan melalui berbagai fasilitas pelayanan kesehatan dan TPMB yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Jember.
Momentum Hari Kontrasepsi Sedunia menjadi kesempatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga serta pemilihan metode kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, masyarakat didorong untuk tidak menentukan pilihan kontrasepsi hanya berdasarkan kekhawatiran atau pengalaman orang lain. Konsultasi dengan tenaga kesehatan menjadi langkah penting agar calon akseptor memperoleh informasi yang tepat sebelum memutuskan menggunakan metode kontrasepsi tertentu.
Selain memberikan pelayanan kontrasepsi, tenaga kesehatan juga berperan dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Pelayanan yang ramah serta komunikasi yang baik diharapkan mampu mengurangi kekhawatiran calon akseptor, khususnya mereka yang baru pertama kali menggunakan alat kontrasepsi.
Melalui program pelayanan KB gratis ini, masyarakat memiliki kesempatan untuk berkonsultasi sekaligus memperoleh pelayanan kontrasepsi tanpa dipungut biaya. Tersedianya layanan di berbagai fasilitas kesehatan dan TPMB juga diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses pelayanan KB.
Bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan pelayanan KB gratis selama rangkaian kegiatan WCD, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau TPMB yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Masyarakat juga dapat berkoordinasi dengan penyuluh KB di kecamatan masing-masing untuk mengetahui jadwal, lokasi, serta jenis pelayanan kontrasepsi yang tersedia.
Dengan akses pelayanan yang semakin dekat dan tanpa biaya, masyarakat diharapkan tidak ragu berkonsultasi mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga. Informasi yang memadai serta pendampingan tenaga kesehatan menjadi bekal penting dalam menentukan metode kontrasepsi sesuai kebutuhan.
Pengalaman Putri sekaligus menggambarkan pentingnya pelayanan kesehatan yang ramah dan komunikatif dalam memberikan rasa nyaman kepada calon akseptor. Melalui momentum Hari Kontrasepsi Sedunia, masyarakat diharapkan semakin memahami berbagai pilihan kontrasepsi sehingga dapat merencanakan keluarga secara lebih matang dan bertanggung jawab. (nay)