logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Sempusari

Sempusari Menuju Kelurahan Tangguh Bencana, Kolaborasi Pemerintah dan Warga Jadi Kunci Ketahanan Wilayah

  • 08 Juli 2026
  • Dibaca 27 Kali
Bagikan Via:
sempusari-menuju-kelurahan-tangguh-bencana-kolaborasi-pemerintah-dan-warga-jadi-kunci-ketahanan-wilayah-20260709

Sempusari Menuju Kelurahan Tangguh Bencana, Kolaborasi Pemerintah dan Warga Jadi Kunci Ketahanan Wilayah

JEMBER, 08 JULI 2026 – Kelurahan Sempusari resmi memulai langkah strategis menuju kawasan yang tangguh terhadap bencana melalui Pembukaan Pembentukan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) Tahun 2026 yang digelar di Kantor Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Rabu 08 Juli 2026. Program yang diinisiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember ini menjadi upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana melalui pendekatan kolaboratif berbasis komunitas.

Kegiatan dihadiri oleh Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Ahmad Hadinuddin, S.Pd.I., Tenaga Ahli BPBD Provinsi Jawa Timur Bige Wahjuono, S.E., Kepala BPBD Kabupaten Jember Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., Camat Kaliwates Dwi Sunu Ari Nugroho, S.Sos., Kapolsek Kaliwates Kompol Akhmad Musofah, S.H., Danramil Kaliwates Kapten Inf. Halik, Lurah Sempusari Husein Satria Mahardhika, S.STP., M.M., Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, relawan, serta unsur kelembagaan masyarakat lainnya. Kehadiran lintas sektor tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi dari tingkat kelurahan.

Pembentukan Destana bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali ancaman, memetakan risiko, menyusun rencana mitigasi, hingga membangun mekanisme kesiapsiagaan dan penanganan bencana secara mandiri. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan saat bencana terjadi, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam mengurangi risiko sejak dini.

Kepala BPBD Kabupaten Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan program Destana sangat ditentukan oleh partisipasi aktif masyarakat.

“Ketangguhan terhadap bencana tidak dapat dibangun hanya oleh pemerintah. Kunci utamanya adalah keterlibatan masyarakat dalam memahami risiko, menyusun langkah mitigasi, serta menjaga semangat gotong royong. Melalui Destana, kami ingin membentuk masyarakat yang siap, tanggap, dan mampu melindungi lingkungannya secara mandiri ketika menghadapi potensi bencana,” ujar Edy Budi Susilo.

Sementara itu, Lurah Sempusari, Husein Satria Mahardhika, S.STP., M.M., menyampaikan bahwa pembentukan Destana menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran warga terhadap pentingnya kesiapsiagaan.

“Kelurahan Sempusari berkomitmen mendukung penuh program Destana. Kami akan melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari RT/RW, kader, relawan, hingga tokoh masyarakat agar budaya sadar bencana tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis Sempusari dapat menjadi kelurahan yang tangguh, aman, dan mampu menghadapi berbagai potensi bencana,” ungkap Husein.

Melalui pembentukan Destana Tahun 2026, Kelurahan Sempusari diharapkan mampu menjadi percontohan dalam penguatan ketahanan masyarakat berbasis wilayah. Sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, Forkopimcam, dan masyarakat diharapkan melahirkan sistem mitigasi yang lebih efektif, sehingga risiko bencana dapat diminimalkan dan keselamatan warga semakin terjamin. (as)

Galeri Foto