Siasati Kejenuhan Belajar, 347 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jember Ikuti Outing Class
- 17 September 2026
- Dibaca 17 Kali
Bagikan Via:
Siasati Kejenuhan Belajar, 347 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jember Ikuti Outing Class
JEMBER, 17 SEPTEMBER 2026 – Agar tidak jenuh belajar di dalam kelas, sebanyak 347 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jember dari jenjang SD, SMP, dan SMA diajak belajar di luar ruang melalui outing class ke Taman Botani Sukorambi, Selasa 16 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan pada proses pembuatan hidroponik sebagai bekal menuju program kewirausahaan sekolah.
Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa dari tiga jenjang sekaligus, didampingi para guru, tenaga pendidik, wali asuh, wali asrama, hingga guru tamu yang turut bertugas menjaga dan mengatur jalannya kegiatan sepanjang hari.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jember, Kartika Sari Dewi, S.Pd., M.TESOL., mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan sekolah membangun program greenhouse dan hidroponik secara mandiri.
“Pada siang hari ini saya membawa 347 anak Sekolah Rakyat dari jenjang SD, SMP, dan SMA untuk belajar sekaligus bermain di Taman Botani Sukorambi. Kami punya program ke depannya untuk membuat greenhouse dan program hidroponik di sekolah. Sebelum program itu dimulai, saya ingin anak-anak belajar dan melihat langsung bagaimana proses pembuatan hidroponik itu sendiri,” ujar Kartika.
Sementara itu, Petugas Lapangan Taman Botani Sukorambi, Lukman, menyampaikan bahwa materi yang disiapkan bagi siswa Sekolah Rakyat difokuskan pada pengenalan dasar terhadap lingkungan dan tanaman, sebelum masuk pada materi inti mengenai hidroponik.
“Materi-materi buat Adik-adik Sekolah Rakyat lebih ke pengenalan: mengenal macam tanaman durian, satwa, dan belajar hidroponik yang menjadi fokus pembelajaran,” ujar Lukman.
Kegiatan outing class ini menjadi salah satu upaya sekolah menghadirkan variasi metode pembelajaran bagi siswa yang kesehariannya banyak dihabiskan di lingkungan sekolah dan asrama. Melalui pembelajaran kontekstual semacam ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga pengalaman langsung yang diharapkan dapat menumbuhkan minat mereka terhadap dunia pertanian modern sekaligus kewirausahaan sejak dini. (rou)