Strategi Komunikasi Diperkuat untuk Tingkatkan Cakupan Imunisasi di Jember
- 22 Mei 2026
- Dibaca 115 Kali
Bagikan Via:
Strategi Komunikasi Diperkuat untuk Tingkatkan Cakupan Imunisasi di Jember
JEMBER, 22 MEI 2026 - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember memperkuat strategi komunikasi imunisasi melalui kegiatan Pelatihan Strategi Komunikasi dalam Mendukung Demand Generation Imunisasi yang digelar pada 21-22 Mei 2026 di Aula Kediaman Kepala Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro.
Kegiatan ini melibatkan lintas sektor mulai dari pemerintah kecamatan, organisasi masyarakat, tokoh agama, kader kesehatan, hingga influencer sebagai upaya membangun penerimaan masyarakat terhadap program imunisasi.
Pelatihan tersebut diikuti promotor kesehatan dari delapan puskesmas, TP PKK, Muslimat, Fatayat, Aisyiyah, GP Ansor, IGTKI, Himpaudi, hingga komunitas masyarakat lainnya di wilayah Kecamatan Semboro. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan peserta dalam menyusun strategi komunikasi imunisasi yang efektif dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes PPKB Kabupaten Jember, dr. Rita Wahyuningsih, menegaskan bahwa imunisasi merupakan upaya penting untuk mencegah penyakit menular yang berisiko menyerang anak-anak. Menurutnya, penguatan komunikasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya imunisasi lengkap
“Saat ini, kita juga harus peduli untuk menyelesaikan masalah imunisasi di Kabupaten Jember. Imunisasi ini sebenarnya adalah upaya mencegah penyakit-penyakit yang bisa diderita oleh anak-anak kita. Saat ini sedang terjadi wabah campak nasional. Tidak hanya Kabupaten Jember, tapi se-Indonesia," ujarnya.
"Di kabupaten lain, wabah campak ini menyebabkan kematian. Tetapi alhamdulillah di Kabupaten Jember ini tidak ada kematian, tapi upaya pencegahan atau program imunisasinya masih banyak yang tidak lengkap. Maka harapannya, program imunisasi lengkap ini nanti bisa menjaga anak-anak kita menjadi orang-orang yang sehat, kuat, cerdas, dan bisa membangun negeri ini,” tambahnya.
Dia menjelaskan, tantangan imunisasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan, tetapi juga penyebaran informasi yang belum tepat dan masih adanya keraguan masyarakat terhadap imunisasi. Karena itu, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar pesan-pesan kesehatan dapat diterima dengan lebih baik oleh masyarakat.
Consultant National Provincial Immunization UNICEF, Suradi, SKM., M.Kes., yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa strategi komunikasi yang tepat menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap imunisasi.
“Pakar kesehatan ini akan membantu kita mendesain komunikasi yang bagus dan efektif. Sehingga masyarakat yang tadinya menolak imunisasi menjadi menerima. Jadi dalam pelatihan strategi komunikasi ini tujuannya adalah agar masyarakat menerima pesan-pesan imunisasi dari puskesmas dan mitra potensial yang lainnya dengan baik, sehingga mau menerima imunisasi, cakupan imunisasi tinggi, penyakit PD3I menurun jauh,” katanya.
Dalam kegiatan ini, materi pelatihan disampaikan oleh pemateri dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, yakni Pungky Anggraeni Mustika, S. KM. dan Eka Putri Lestari, S. KM., M.Epid., serta akademisi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Dr. Hario Fisto Megatsari, S. KM., M.Kes. dan Dr. Pulung Siswantara, S. KM., M.Kes.
Para pemateri memberikan penguatan terkait strategi komunikasi perubahan perilaku, teknik penyampaian pesan kesehatan, hingga pendekatan kolaboratif dalam meningkatkan cakupan imunisasi di masyarakat.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menyusun strategi komunikasi imunisasi yang lebih kontekstual dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan cakupan imunisasi dan melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). (ken)