Sumur Bor Hanya 600 Meter dari Permukiman, 125 KK di Pakusari Jember Masih Kesulitan Air Bersih
- 08 September 2026
- Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
Sumur Bor Hanya 600 Meter dari Permukiman, 125 KK di Pakusari Jember Masih Kesulitan Air Bersih
JEMBER, 08 SEPTEMBER 2026 – Sumber air sebenarnya tidak jauh dari permukiman warga Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember. Sebuah sumur bor berada sekitar 600 meter dari rumah warga. Namun, sumber tersebut hingga kini belum dapat dimanfaatkan karena belum tersedia meteran listrik dan jaringan pipa.
Di tengah kondisi tersebut, musim kemarau membuat persoalan air bersih semakin dirasakan masyarakat. Sebagian sumur warga mengalami penurunan volume air, sementara sumur lainnya justru menghasilkan air keruh bercampur lumpur sehingga tidak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi itu berdampak pada sekitar 125 kepala keluarga (KK) di RT 02 dan RT 03 RW 13. Rinciannya, sekitar 45 KK dari total 80 KK di RT 02 dan sekitar 80 KK dari total 100 KK di RT 03 mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Persoalan tersebut sebelumnya telah menjadi perhatian melalui asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember. Hasil asesmen menunjukkan bahwa keterbatasan akses terhadap sumber air menjadi salah satu persoalan utama masyarakat di wilayah tersebut selama musim kemarau.
Merespons kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Jember bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Jember kembali melakukan pendistribusian bantuan air bersih pada Selasa, 08 September 2026.
Tim PMI menuju lokasi sekitar pukul 09.50 WIB dan tiba sekitar pukul 10.30 WIB. Bantuan kemudian disalurkan ke sejumlah tandon yang tersedia serta kepada warga terdampak.
Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan dalam kegiatan tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sembari menunggu solusi terhadap sumber air yang belum dapat dimanfaatkan.
Teguh Adi Prasetyo, TRC BPBD Jember, mengatakan kondisi sumber air warga yang menurun membuat distribusi air bersih masih dibutuhkan secara berkala.
“Sebagian sumur warga debitnya mulai menurun, bahkan ada yang airnya keruh dan bercampur lumpur. Sementara sumur bor yang berjarak sekitar 600 meter belum bisa dimanfaatkan karena sarana pendukungnya belum tersedia,” ujarnya.
Selain mendukung distribusi air, petugas juga melakukan dokumentasi dan pemantauan kondisi masyarakat di lokasi terdampak. Kegiatan berjalan lancar, aman dan kondusif tanpa kendala.
Dengan adanya sumber air yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal, distribusi bantuan menjadi salah satu langkah sementara untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.
Hingga Selasa (8/9/2026), total bantuan air bersih yang telah didistribusikan mencapai 175.000 liter dalam rangka penanganan dampak kekeringan di wilayah Kabupaten Jember.
BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih ke Dusun Bunder dilakukan secara berkala, yakni setiap dua hari sekali, menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kondisi sumber air di lapangan.
Penanganan jangka panjang juga menjadi penting agar masyarakat tidak terus bergantung pada distribusi air. Pemanfaatan sumur bor yang sudah tersedia dapat menjadi salah satu alternatif apabila persoalan meteran listrik dan jaringan pipanisasi dapat ditangani.
Sementara itu, BPBD Jember bersama PMI, perangkat RT/RW dan masyarakat akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi kekeringan di wilayah tersebut. (bob)