logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Sumur Mengering, BPBD Jember Bantu Warga Baratan Timur dengan Air Bersih

  • 24 September 2026
  • Dibaca 272 Kali
Bagikan Via:
sumur-mengering-bpbd-jember-bantu-warga-baratan-timur-dengan-air-bersih-20260924

Sumur Mengering, BPBD Jember Bantu Warga Baratan Timur dengan Air Bersih

JEMBER, 24 SEPTEMBER 2026 - Kekeringan yang melanda Lingkungan Baratan Timur, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, membuat sekitar 200 kepala keluarga (KK) membutuhkan pasokan air bersih.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan air bersih sebanyak 10.000 liter kepada warga terdampak pada Rabu, 23 September 2026.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB untuk melakukan koordinasi dengan perangkat kelurahan, RT/RW, dan masyarakat sebelum distribusi air dilakukan. Kegiatan tersebut selesai sekitar pukul 18.00 WIB.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember, Faris Fadhil, mengatakan kekeringan di wilayah tersebut telah dirasakan warga sejak Agustus 2026. Kondisi diperparah karena sejumlah wilayah belum memiliki jaringan pipanisasi.

“Sebagian besar sumur warga mulai mengering dan airnya keruh. Sungai yang berjarak sekitar 700 meter dari permukiman juga sudah mengering sehingga tidak dapat dimanfaatkan,” kata Faris.

Menurut dia, warga selama ini memenuhi kebutuhan air dengan membeli air galon atau mengambil air dari wilayah Baratan Wetan yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman.

Distribusi air dilakukan sebagai tindak lanjut permohonan bantuan dari Kelurahan Baratan serta pelaksanaan status siaga darurat bencana kekeringan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026.

Berdasarkan pendataan, kebutuhan air bersih terdapat di sejumlah wilayah. Di RT 02/RW 09 terdapat sekitar 40 KK terdampak dari total 150 KK, sedangkan RT 03/RW 09 sekitar 50 KK dari total 200 KK.

Selain itu, kebutuhan air juga terdapat di RT 02/RW 11 sebanyak sekitar 80 KK dan RT 03/RW 11 sekitar 30 KK. Secara keseluruhan, sekitar 200 KK membutuhkan bantuan air bersih.

Untuk mendukung penyaluran, tersedia tujuh tandon di lokasi dengan kapasitas masing-masing sekitar 1.200 liter. Tandon tersebut ditempatkan di sejumlah titik yang telah disiapkan bersama masyarakat.

“Selain distribusi air, kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kondisi kekeringan dan pemanfaatan air secara bijak,” ujar Faris.

BPBD merekomendasikan distribusi air bersih sebanyak 10.000 liter setiap dua hari sekali selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Penanganan lanjutan juga akan diteruskan kepada dinas terkait.

Hingga kegiatan berakhir, kondisi di lokasi dilaporkan aman, lancar, dan kondusif. Tidak terdapat kendala dalam proses distribusi air bersih. (tgh)

Galeri Foto