logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Sumur Warga Mengering, 80 KK di Dusun Rowo Jember Terpaksa Cari Air Sejauh 1 Kilometer

  • 22 September 2026
  • Dibaca 94 Kali
Bagikan Via:
sumur-warga-mengering-80-kk-di-dusun-rowo-jember-terpaksa-cari-air-sejauh-1-kilometer-20260922

Sumur Warga Mengering, 80 KK di Dusun Rowo Jember Terpaksa Cari Air Sejauh 1 Kilometer

JEMBER, 22 September 2026 — Musim kemarau menyebabkan sumur warga di Dusun Rowo, Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengering. Kondisi tersebut membuat 80 kepala keluarga (KK) harus mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Jember melakukan asesmen di lokasi pada Selasa,22 September 2026. Tim berangkat pukul 08.30 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB.

Tim kemudian berkoordinasi dengan perangkat desa, kepala dusun, RT/RW, serta warga untuk mengetahui kondisi kebutuhan air bersih. Petugas juga mengecek sejumlah sumur warga dan sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.

“Dampak musim kemarau menyebabkan sumur-sumur warga di Dusun Rowo mengering. Warga terpaksa mengambil air dari sumber mata air di dekat sungai yang jaraknya sekitar satu kilometer,” ujar Firman Arifianto, Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Jember, Selasa.

Menurut Firman, di wilayah tersebut sebenarnya terdapat sumur bor milik Pondok Pesantren At Thohiriyah. Namun, kapasitas sumur bor tersebut saat ini hanya mampu memenuhi kebutuhan yayasan dan pondok pesantren sehingga belum dapat mencukupi kebutuhan warga sekitar.

Berdasarkan hasil asesmen, warga yang membutuhkan bantuan air bersih tersebar di dua wilayah. Sebanyak 40 KK berada di RT 02/RW 14 dan 40 KK lainnya berada di RT 01/RW 16. Dengan demikian, total terdapat 80 KK yang terdampak.

Untuk penanganan sementara, pemerintah desa akan mengirimkan surat permohonan bantuan kepada BPBD Kabupaten Jember. Warga bersama pengurus RT/RW juga akan menyiapkan pangkon atau tempat penempatan tandon air.

BPBD merekomendasikan distribusi air bersih dilakukan setiap dua hari sekali. Selain itu, dibutuhkan empat tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter untuk ditempatkan di empat titik yang telah disiapkan warga.

Empat lokasi tersebut yakni halaman rumah Ibu Riski untuk melayani 20 KK, halaman rumah Ustad Sawito untuk 20 KK, halaman rumah Ibu Seila untuk 25 KK, serta halaman rumah Ketua RW/Saiful untuk 15 KK.

“Penempatan tandon menunggu kesiapan pangkon yang akan dibuat oleh warga dan RT/RW. Setelah siap, distribusi air bersih dan tandon dapat dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga,” kata Firman.

Asesmen dan koordinasi lapangan selesai sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam penanganan tersebut, BPBD melibatkan perangkat desa, kepala dusun, RT/RW, pihak pondok pesantren, dan warga setempat.(tgh)

Galeri Foto