Supervisi Kedua Program MBG, Tim Gabungan Turun Langsung Petakan Potensi Masalah di Dapur SPPG Rambipuji
- 09 Juni 2026
- Dibaca 38 Kali
Bagikan Via:
Supervisi Kedua Program MBG, Tim Gabungan Turun Langsung Petakan Potensi Masalah di Dapur SPPG Rambipuji
JEMBER, 09 JUNI 2026 - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember terus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Setelah supervisi tahap pertama dilakukan pada 29 Mei 2026 lalu, kali ini tim supervisi gabungan kembali turun ke lapangan untuk memastikan seluruh proses pelaksanaan program berjalan sesuai standar dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Senin 08 Juni 2026, tim supervisi lintas sektor kembali melakukan pemetaan potensi masalah terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Kecamatan Rambipuji. Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan surat dari Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Jember sebagai bentuk tindak lanjut penyempurnaan hasil supervisi sebelumnya.
Supervisi kali ini melibatkan unsur Satuan Tugas Penyelenggara Program MBG Kecamatan, Koramil, Polsek, Kepala Puskesmas, Koordinator SPPG Kecamatan serta unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Satuan Tugas MBG Kabupaten Jember. Kehadiran tim lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa program MBG menjadi salah satu program prioritas yang membutuhkan pengawasan dan koordinasi secara menyeluruh.
Dalam kegiatan tersebut, Camat Rambipuji Roni Herman Baza menegaskan kepada seluruh anggota tim agar benar-benar bekerja secara profesional dan objektif saat melakukan supervisi di lapangan. Ia meminta seluruh personel tidak hanya melihat administrasi, tetapi juga memotret kondisi nyata yang terjadi di masing-masing dapur SPPG.
“Tim harus mampu memotret fakta yang benar-benar terjadi di lapangan. Supervisi ini bukan hanya formalitas, tetapi menjadi bagian penting dalam evaluasi dan penyempurnaan program agar pelaksanaan MBG berjalan maksimal,” tegas Roni Herman Baza, saat memberikan arahan kepada Tim 20 sebelum turun ke lokasi supervisi.
Menurutnya, keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh tersedianya anggaran dan sarana, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia, tata kelola distribusi, higienitas makanan, keamanan dapur, serta pola koordinasi antarinstansi yang terlibat dalam program tersebut. Oleh sebab itu, supervisi lapangan harus dilakukan secara detail dan menyeluruh.
Sementara itu, Koordinator Kepala SPPG Kecamatan Rambipuji, Perdana Elizolines Ansori, menyampaikan bahwa kegiatan supervisi ini menjadi bagian penting bagi pengelola dapur untuk melakukan evaluasi dan penyempurnaan pelayanan.
Ia mengaku pihak pengelola dapur sangat terbantu dengan adanya supervisi lintas sektor karena berbagai masukan dari tim dapat menjadi bahan perbaikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada penerima manfaat program MBG.
“Dengan adanya supervisi ini, kami selaku pengelola dapur mendapatkan banyak evaluasi dan masukan untuk penyempurnaan pelayanan. Ini menjadi motivasi bagi kami agar pelaksanaan program semakin baik ke depan,” ujar Perdana Elizolines Ansori.
Pada hari pertama supervisi, Tim 20 yang diterjunkan terdiri dari berbagai unsur OPD dan instansi terkait. Di antaranya Camat Rambipuji Roni Herman Baza, Guntur Arisandy dari unsur Disnaker, Jailani dari unsur Diskopumdag, Kusno dari unsur Perkim-LH, Irani Sabela dari unsur PTSP, Darmawan Eka Pradana dari unsur Dinas Kesehatan, Rizki Dwi Irawan dari unsur DPUPR, Saiful Ansori dari unsur Diskominfo, Inayah Al Fitriah Hasibuan dari unsur Diskominfo, serta Didik dari unsur media portal.
Kolaborasi lintas instansi tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Jember dalam memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat maupun daerah. Setiap instansi memiliki tugas dan fokus pengawasan masing-masing sesuai bidangnya.
Unsur kesehatan misalnya, melakukan pemeriksaan terkait higienitas dapur, sanitasi lingkungan, kualitas bahan makanan, serta keamanan pangan. Sementara unsur DPUPR dan Perkim-LH meninjau kondisi bangunan, saluran air, pengelolaan limbah serta kelayakan sarana pendukung lainnya.
Dari unsur Diskominfo dan media portal turut melakukan dokumentasi serta penyampaian informasi kepada masyarakat agar pelaksanaan program MBG dapat diketahui secara terbuka dan transparan. Sedangkan unsur Diskopumdag dan Disnaker ikut memantau kesiapan tata kelola dan potensi pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.
Dalam supervisi tersebut, tim melakukan kunjungan ke empat dapur SPPG yang berada di wilayah Kecamatan Rambipuji. Empat dapur tersebut yakni Dapur SPPG Nogosari, Dapur SPPG Rowotamtu, Dapur SPPG Rambipuji 1 dan Dapur SPPG Rambipuji 2.
Di setiap lokasi, tim melakukan pemeriksaan secara detail mulai dari proses penerimaan bahan makanan, penyimpanan bahan baku, proses memasak, kebersihan alat dapur, distribusi makanan hingga sistem pengelolaan limbah. Tim juga berdialog langsung dengan pengelola dapur serta petugas yang terlibat dalam proses produksi makanan bergizi gratis tersebut.
Suasana supervisi berlangsung serius namun tetap komunikatif. Beberapa catatan dan masukan langsung diberikan kepada pengelola dapur agar segera dilakukan perbaikan maupun penyesuaian sesuai standar operasional yang berlaku.
Selain melakukan pengawasan teknis, tim supervisi juga memetakan berbagai potensi masalah yang mungkin muncul dalam pelaksanaan program MBG. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain kesiapan suplai bahan baku, ketepatan distribusi makanan, kualitas kebersihan dapur, kapasitas tenaga kerja, hingga sistem koordinasi antarinstansi.
Camat Roni Herman Baza menambahkan, seluruh hasil supervisi nantinya akan menjadi bahan evaluasi bersama untuk menentukan langkah penyempurnaan program ke depan. Ia berharap seluruh pihak tetap menjaga kekompakan dan koordinasi agar program MBG berjalan optimal.
Menurutnya, keberhasilan program tidak bisa dicapai hanya oleh satu instansi, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh elemen mulai dari pemerintah kecamatan, OPD kabupaten, aparat keamanan, tenaga kesehatan hingga pengelola dapur.
“Semua harus bergerak bersama. Program ini menyangkut pelayanan kepada masyarakat sehingga perlu kerja sama dan tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (sai)