Tak Hanya Event Tahunan, Jember Dorong JFC Jadi Penggerak Pariwisata Sepanjang Tahun
- 04 November 2026
- Dibaca 21 Kali
Bagikan Via:
Tak Hanya Event Tahunan, Jember Dorong JFC Jadi Penggerak Pariwisata Sepanjang Tahun
JEMBER, 04 NOVEMBER 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) terus berupaya mengoptimalkan potensi Jember Fashion Carnaval (JFC) sebagai salah satu kekuatan utama dalam pengembangan sektor pariwisata daerah. Tidak hanya dikenal melalui penyelenggaraan event tahunan, JFC didorong untuk berkembang menjadi platform kolaborasi lintas sektor yang mampu menggerakkan aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif sepanjang tahun.
Upaya tersebut menjadi salah satu poin pembahasan dalam agenda strategi pengembangan pariwisata Kabupaten Jember melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan manajemen destinasi yang berlangsung di Aula Rembangan, Kabupaten Jember, Rabu 04 November 2026.
Dalam pembahasan tersebut, optimalisasi JFC menjadi salah satu strategi yang dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat daya tarik pariwisata Jember. Sebagai event yang telah dikenal luas, JFC memiliki kekuatan untuk menjadi pintu masuk promosi berbagai potensi daerah, mulai dari kekayaan budaya, destinasi wisata, produk ekonomi kreatif, hingga produk unggulan UMKM.
Pengembangan JFC ke depan diharapkan tidak hanya berpusat pada momentum penyelenggaraan acara utama. Lebih dari itu, diperlukan upaya untuk membangun aktivitas dan kolaborasi yang berkelanjutan dengan melibatkan berbagai sektor terkait. Dengan demikian, dampak positif JFC terhadap pariwisata dapat dirasakan secara lebih luas dan tidak terbatas pada periode pelaksanaan event.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jember, Regar Jeane, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa JFC memiliki potensi strategis untuk menjadi penghubung berbagai sektor dalam pengembangan pariwisata Kabupaten Jember.
“JFC bukan hanya sebuah event tahunan, tetapi juga merupakan potensi besar yang bisa kita optimalkan untuk menggerakkan berbagai sektor. Ke depan, kita ingin JFC menjadi platform kolaborasi yang menghubungkan pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, UMKM, serta berbagai potensi unggulan daerah. Sehingga aktivitas yang lahir dari JFC tidak hanya dirasakan saat event berlangsung, tetapi juga dapat memberikan dampak sepanjang tahun,” ungkapnya.
Menurutnya, optimalisasi tersebut perlu didukung dengan perencanaan yang matang serta sinergi antarpemangku kepentingan. Keterlibatan pemerintah, komunitas kreatif, pelaku usaha, pengelola destinasi, hingga masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang saling terhubung.
Melalui kolaborasi tersebut, JFC juga berpeluang menjadi sarana promosi destinasi wisata Kabupaten Jember. Berbagai paket wisata dapat diintegrasikan dengan agenda budaya, kunjungan ke desa wisata, wisata kuliner, serta pengenalan produk lokal. Strategi ini diharapkan mampu memberikan pengalaman wisata yang lebih beragam bagi pengunjung sekaligus mendorong peningkatan kunjungan ke berbagai destinasi di Jember.
Selain memperkuat promosi, pengembangan JFC sebagai platform kolaborasi sepanjang tahun juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku industri kreatif dan UMKM. Berbagai produk lokal, karya desainer, kerajinan, hingga kuliner khas Jember dapat memperoleh ruang promosi yang lebih luas melalui kegiatan-kegiatan pendukung yang terintegrasi.
Dengan penguatan strategi tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember berharap JFC dapat terus berkembang sebagai identitas kebanggaan daerah sekaligus menjadi salah satu penggerak utama sektor pariwisata. Tidak hanya menghadirkan pertunjukan yang menarik perhatian, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan daya saing pariwisata Kabupaten Jember. (ram)