logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumberjambe

Talas dan Ubi Didorong Jadi Sumber Pangan Bergizi Keluarga di Sumberjambe

  • 09 September 2026
  • Dibaca 2 Kali
Bagikan Via:
talas-dan-ubi-didorong-jadi-sumber-pangan-bergizi-keluarga-di-sumberjambe-20260909

Talas dan Ubi Didorong Jadi Sumber Pangan Bergizi Keluarga di Sumberjambe

JEMBER, 9 September 2026 – Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Jember terus diperkuat melalui peningkatan pengetahuan kader Posyandu tentang pemenuhan gizi keluarga. Hal itu dilakukan melalui Pelatihan Ketahanan Pangan Pokja 3 Kecamatan Sumberjambe yang menghadirkan pemateri dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jember dan dihadiri Pengurus Pokja III PKK Kabupaten Jember, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut secara khusus mengundang kader gizi yang aktif di Posyandu. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai keamanan pangan serta penerapan prinsip B2SA, yakni beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Pengetahuan tersebut dinilai penting karena kader menjadi salah satu pihak yang berhadapan langsung dengan masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anak balita.

Dalam pelatihan, kader diberikan pemahaman bahwa makanan untuk keluarga, terutama anak dalam masa pertumbuhan, perlu diperhatikan kandungan gizinya. Makanan tidak hanya sekadar mengenyangkan, tetapi harus mampu memenuhi kebutuhan gizi tubuh secara seimbang.

Peserta juga dikenalkan dengan potensi pangan lokal yang dapat menjadi sumber makanan keluarga. Selain padi dan jagung sebagai bahan pangan pokok, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai jenis umbi-umbian seperti talas dan ubi.

Bahan pangan tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai olahan makanan yang menarik dan tetap memperhatikan kandungan gizi. Pemanfaatan bahan lokal juga diharapkan dapat memberikan pilihan bagi keluarga untuk menyediakan makanan bergizi dengan bahan yang relatif mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Bagi Kabupaten Jember, penguatan edukasi gizi di tingkat masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting. Peran kader Posyandu sangat strategis karena mereka dapat menyampaikan pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan kepada ibu dan keluarga melalui kegiatan pelayanan Posyandu.

Kader tidak hanya membantu dalam pelayanan dasar Posyandu, tetapi juga menjadi penghubung informasi kesehatan dan gizi kepada masyarakat. Karena itu, semakin baik pemahaman kader mengenai makanan bergizi dan seimbang, semakin besar pula peluang pesan tersebut diterapkan oleh keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

Plh. Kasi PMKS Agus Budi Santoso mengatakan, pencegahan stunting perlu dilakukan bersama-sama dan dimulai dari hal sederhana, salah satunya memastikan anak mendapatkan makanan yang cukup dan bergizi.

“Pencegahan stunting itu bukan hanya soal penanganan ketika anak sudah mengalami masalah pertumbuhan. Yang paling penting adalah bagaimana keluarga sejak awal memperhatikan makanan anak. Karena itu, kader Posyandu perlu memahami makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman, supaya pengetahuan itu bisa diteruskan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Agus, pemanfaatan pangan lokal juga menjadi salah satu hal yang perlu terus dikenalkan kepada masyarakat. Talas dan ubi, misalnya, dapat menjadi bahan makanan yang diolah untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga apabila dipersiapkan dengan baik.

“Kita ingin masyarakat melihat bahwa bahan pangan di sekitar kita juga bisa dimanfaatkan. Talas dan ubi tidak harus dipandang sebagai makanan sederhana saja, tetapi bisa diolah menjadi makanan yang baik untuk keluarga. Kader bisa membantu memberikan contoh dan mengajak masyarakat untuk lebih kreatif dalam menyiapkan makanan bergizi bagi anak,” tambahnya.

Kegiatan tersebut juga memberikan pembelajaran mengenai pengolahan makanan berbahan talas dan ubi. Para kader tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga dikenalkan dengan cara mengolah bahan pangan lokal agar dapat menjadi makanan yang lebih mudah diterima oleh keluarga.

Selain aspek gizi, keamanan dalam pengolahan makanan turut menjadi perhatian. Kebersihan bahan, proses pengolahan, serta cara penyajian perlu diperhatikan agar makanan yang dikonsumsi keluarga benar-benar aman.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. dalam mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah, PKK, kader Posyandu, hingga keluarga sebagai lingkungan pertama bagi tumbuh kembang anak.

Camat Sumberjambe Faroek, S.P. turut mendukung kegiatan yang memberikan penguatan kepada kader tersebut. Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh kader diharapkan dapat diterapkan dan diteruskan kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, kader Posyandu di Kecamatan Sumberjambe diharapkan semakin siap memberikan edukasi sederhana kepada keluarga mengenai pentingnya makanan bergizi. Dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di sekitar, keluarga diharapkan dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan gizi anak tanpa harus selalu bergantung pada bahan pangan yang sulit dijangkau.

Bagi para kader, pembelajaran tersebut juga menjadi bekal untuk memberikan contoh nyata kepada masyarakat. Pangan lokal seperti talas dan ubi dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari menu keluarga, selama diolah dengan tepat dan dipadukan dengan sumber pangan lainnya agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.

Salah seorang kader PKK, Heryanik, menilai materi yang diberikan cukup dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Ia mengatakan, kader mendapatkan pengetahuan yang bisa langsung disampaikan kepada ibu-ibu saat kegiatan Posyandu.

“Kegiatan ini bagus karena yang kami pelajari memang bisa langsung diterapkan. Kami jadi lebih tahu bahwa makanan untuk anak harus beragam dan gizinya seimbang. Bahan seperti ubi dan talas yang ada di sekitar kita juga ternyata bisa diolah menjadi makanan untuk keluarga,” kata Heryanik.

Ia berharap pengetahuan tersebut dapat diteruskan kepada lebih banyak keluarga sehingga perhatian terhadap makanan anak semakin meningkat.

“Semoga setelah ini kami bisa menyampaikan kepada ibu-ibu di Posyandu. Intinya jangan hanya memikirkan anak kenyang, tetapi juga harus dipikirkan gizinya. Kalau dari rumah sudah dibiasakan makan makanan yang baik, itu akan membantu pertumbuhan anak,” lanjutnya.

Dengan penguatan kapasitas kader dan pemanfaatan pangan lokal, pencegahan stunting diharapkan semakin menjadi gerakan bersama di tingkat keluarga dan masyarakat. Edukasi yang sederhana, mudah dipahami, serta dapat langsung dipraktikkan menjadi salah satu cara untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak dini.

Pelatihan Ketahanan Pangan Pokja 3 Kecamatan Sumberjambe pun tidak hanya menjadi kegiatan peningkatan pengetahuan kader, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan keluarga dalam menyediakan makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman bagi anak. Dari kader Posyandu, pesan tersebut diharapkan terus bergerak hingga ke rumah-rumah warga sebagai bagian dari ikhtiar bersama mencegah stunting di Jember.

(wd)

Galeri Foto