Tanah Longsor Ancam Permukiman di Panduman Jelbuk, Asesmen dan Penanganan Darurat Dilakukan
- 18 Februari 2026
- Dibaca 298 Kali
Bagikan Via:
Tanah Longsor Ancam Permukiman di Panduman Jelbuk, Asesmen dan Penanganan Darurat Dilakukan
Kejadian tanah longsor dilaporkan terjadi di RT/RW 001/001 Dusun Siwan Lor, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember. Peristiwa ini diketahui pada Selasa, 17 Februari 2026, sekitar pukul 13.45 WIB dan segera dilakukan asesmen serta penanganan awal di lokasi kejadian. Laporan kejadian disampaikan kepada Bapak Bupati Jember dengan tembusan kepada sejumlah instansi terkait, antara lain BNPB, BPBD Provinsi Jawa Timur, serta perangkat daerah yang membidangi infrastruktur, lingkungan hidup, dan sosial. Penanganan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk mengurangi risiko korban jiwa dan kerusakan yang lebih besar akibat potensi longsor susulan.
Berdasarkan data di lapangan, longsor terjadi pada tebing di belakang rumah milik Toni Kurniawan (47 tahun) yang dihuni oleh tiga jiwa. Longsoran tanah memiliki panjang sekitar 6 meter dan tinggi sekitar 7 meter, sehingga berpotensi mengancam bangunan rumah yang berada di dekat bantaran sungai dari sumber Candi. Meskipun tidak ditemukan kerusakan struktural pada bangunan utama rumah, kondisi tanah di sekitar lokasi dinilai labil dan berisiko mengalami pergerakan lanjutan. Selain itu, kondisi fisik rumah yang sudah lapuk turut meningkatkan tingkat kerawanan apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Kronologis kejadian bermula dari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Jelbuk pada Senin, 9 Februari 2026, sejak pukul 15.00 WIB hingga Selasa dini hari pukul 05.00 WIB. Curah hujan yang berlangsung cukup lama menyebabkan tanah di sekitar bantaran sungai menjadi jenuh air dan akhirnya longsor. Laporan kejadian diterima melalui Wadul Guse dengan ID WA.Q.1302261713021, yang disampaikan langsung oleh pemilik rumah, Toni Kurniawan. Setelah menerima laporan tersebut, petugas segera melakukan peninjauan lokasi, asesmen kondisi lapangan, serta dokumentasi sebagai bahan laporan dan tindak lanjut.
Dalam upaya penanganan awal, langkah-langkah yang telah dilakukan meliputi pemasangan terpal pada area rawan, pemberian imbauan kepada warga agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem, serta pemantauan kondisi tanah di sekitar rumah terdampak. Unsur yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain BPBD Kabupaten Jember dan warga setempat. Saat ini, rumah terdampak belum mendapatkan perbaikan permanen karena keterbatasan finansial pemilik. Oleh karena itu, direkomendasikan agar laporan diteruskan ke pemerintah desa dan dinas terkait guna penanganan pascakejadian, sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi longsor susulan di wilayah rawan.