logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata

Tari Kolosal Sukma Santri dan Paduan Suara Mars Bangga Menjadi Santri Warnai Opening Ceremony HSN 2026 di Jember

  • 11 Oktober 2026
  • Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
tari-kolosal-sukma-santri-dan-paduan-suara-mars-bangga-menjadi-santri-warnai-opening-ceremony-hsn-2026-di-jember-20261011

Tari Kolosal Sukma Santri dan Paduan Suara Mars Bangga Menjadi Santri Warnai Opening Ceremony HSN 2026 di Jember

JEMBER, 11 OKTOBER 2026 – Semangat, kreativitas, dan kebanggaan menjadi santri mewarnai Opening Ceremony Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 yang digelar di Alun-Alun Kabupaten Jember, Sabtu 10 Oktober 2026. Menghadirkan Tari Kolosal Sukma Santri serta penampilan paduan suara dari Pondok Pesantren (PP) Ashri Talangsari, pembukaan ini menjadi representasi semangat santriwan dan santriwati dalam menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus berkontribusi bagi bangsa.

Rangkaian pembukaan diawali dengan penampilan Marching Band Gita Irama Spasa yang menghadirkan suasana meriah di kawasan Alun-Alun Jember. Iringan musik dan kekompakan para pemain menjadi pembuka semangat sebelum penonton disuguhkan pertunjukan seni yang sarat makna tentang kehidupan dan identitas santri.

Salah satu penampilan yang menjadi sorotan adalah Tari Kolosal Sukma Santri. Pertunjukan ini menggambarkan sosok santriwan dan santriwati sebagai generasi muda yang tumbuh dengan nilai-nilai keislaman, menjunjung tinggi akhlak, serta memiliki semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Melalui gerak tari yang disajikan secara kolosal, Sukma Santri menghadirkan gambaran kehidupan santri yang tidak hanya lekat dengan aktivitas pendidikan dan pendalaman ilmu agama, tetapi juga memiliki ruang untuk mengembangkan kreativitas, mengekspresikan seni, serta menunjukkan potensi diri. Perpaduan gerakan para penampil menjadi simbol kebersamaan, kedisiplinan, dan kekompakan yang tumbuh dalam kehidupan pesantren.

Tari Kolosal Sukma Santri juga memberikan pesan bahwa santriwan dan santriwati memiliki peran penting dalam membangun masa depan. Berbekal ilmu, iman, dan akhlak, para santri diharapkan mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur yang menjadi landasan kehidupan mereka.

Penampilan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa seni dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan kebangsaan dan keagamaan secara kreatif. Peringatan Hari Santri Nasional pun tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi panggung bagi para santri untuk menampilkan karya, bakat, dan identitas mereka kepada masyarakat luas.

Suasana semakin khidmat ketika paduan suara dari Pondok Pesantren Ashri Talangsari membawakan mars “Bangga Menjadi Santri”. Melalui lantunan lagu tersebut, para penampil menyuarakan kebanggaan terhadap identitas santri serta semangat untuk terus berkontribusi bagi agama, masyarakat, dan negara.

Mars “Bangga Menjadi Santri” menjadi bagian penting dalam membangun suasana kebersamaan dan meneguhkan rasa percaya diri generasi muda yang menempuh pendidikan di lingkungan pesantren. Menjadi santri bukan sekadar menjalani pendidikan agama, melainkan juga membentuk karakter, memperkuat kedisiplinan, belajar menghargai sesama, dan menumbuhkan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Paduan suara PP Ashri Talangsari turut memberikan warna tersendiri dalam pembukaan HSN 2026. Penampilan ini memperlihatkan bahwa pesantren memiliki potensi besar dalam mengembangkan seni dan budaya sebagai bagian dari pendidikan karakter. Nilai-nilai yang disampaikan melalui musik diharapkan mampu menumbuhkan semangat generasi muda untuk terus belajar, berprestasi, dan bangga terhadap perjalanan pendidikannya sebagai santri.

Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jember, Ni Ketut Ardani, menyampaikan bahwa penampilan seni dalam rangkaian Hari Santri Nasional menjadi salah satu cara untuk memberikan ruang ekspresi kepada para santri sekaligus memperkenalkan kekayaan kreativitas yang tumbuh di lingkungan pesantren.

“Melalui Tari Kolosal Sukma Santri dan penampilan paduan suara mars ‘Bangga Menjadi Santri’, kita dapat melihat bahwa santriwan dan santriwati memiliki potensi yang luar biasa. Mereka tidak hanya belajar dan memperdalam ilmu agama, tetapi juga mampu berkarya, mengembangkan kreativitas, serta menunjukkan rasa percaya diri. Harapannya, kegiatan ini semakin menumbuhkan kebanggaan menjadi santri dan memotivasi generasi muda untuk terus berprestasi,” ujar Ni Ketut Ardani.

Ia berharap peringatan Hari Santri Nasional dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pesantren, generasi muda, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan bakat serta pembentukan karakter. Melalui kegiatan yang memadukan unsur seni, budaya, olahraga, dan keagamaan, para santri diharapkan memperoleh kesempatan lebih luas untuk mengembangkan kemampuan mereka.

Selain pertunjukan seni, peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Jember juga diramaikan dengan berbagai perlombaan, di antaranya Liga Santri, Dai Cilik, Dai Dewasa, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Festival Adzan, Hadrah, Adu Ketangkasan Kitab, dan sejumlah kompetisi lainnya.

Beragam perlombaan tersebut menjadi wadah bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mempererat silaturahmi antarpesantren. Setiap kegiatan mengandung nilai pembelajaran, mulai dari sportivitas, keberanian tampil di depan umum, penguasaan ilmu agama, hingga kemampuan bekerja sama dan menghargai peserta lainnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Hari Santri Nasional 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga momentum untuk menguatkan peran pesantren dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlak, kreatif, dan berdaya saing.

Tari Kolosal Sukma Santri dan lantunan mars “Bangga Menjadi Santri” menjadi pengingat bahwa kebanggaan sebagai santri dapat diwujudkan melalui berbagai cara, baik dengan menuntut ilmu, menjaga akhlak, melestarikan seni budaya, maupun memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Semangat yang terpancar dalam Opening Ceremony Hari Santri Nasional 2026 di Alun-Alun Jember diharapkan terus berlanjut sepanjang rangkaian kegiatan. Dari pesantren, para santriwan dan santriwati diharapkan tumbuh menjadi generasi penerus yang mampu menjaga nilai-nilai luhur, merawat persatuan, serta mengambil bagian dalam membangun Kabupaten Jember dan Indonesia. (ram)

Galeri Foto