logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan

Terobosan Baru Atasi Stunting di Jember: PEGAS 2025 Hadirkan Bantuan Susu Berkalori Tinggi

  • 22 Agustus 2025
  • Dibaca 1010 Kali
Bagikan Via:
terobosan-baru-atasi-stunting-di-jember-pegas-2025-hadirkan-bantuan-susu-berkalori-tinggi

Terobosan Baru Atasi Stunting di Jember: PEGAS 2025 Hadirkan Bantuan Susu Berkalori Tinggi

Jumat, 15 Agustus 2025

Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah strategis yang signifikan dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Melalui program inovatif Pemantauan Gizi Anak Stunting (PEGAS) 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Jember akan memberikan bantuan susu berkalori tinggi kepada anak-anak yang terindikasi stunting. Inisiatif krusial ini diumumkan dalam acara sosialisasi persiapan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) 2025 di Hotel Fortuna Grande menggunakan format hibrida dengan moderator via Zoom.

Acara dibuka dengan sambutan penuh semangat dari Ibu Ni Ketut Ardani, S.Psi., M.Kes., Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. Dalam pidatonya, beliau menegaskan pentingnya sinergi berbagai pihak. "Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, kita berharap PEGAS 2025 dapat menjadi model program pemantauan gizi yang efektif, berkelanjutan, dan mampu menurunkan angka stunting secara signifikan di Kabupaten Jember," ujar Ibu Ketut. Beliau menambahkan, "Mari kita jadikan kegiatan hari ini sebagai titik awal yang kuat untuk mewujudkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berdaya saing."

Forum ini dihadiri oleh perwakilan dari 18 Puskesmas prioritas, yang merupakan Puskesmas dengan data stunting tertinggi di Kabupaten Jember. Di antaranya adalah Puskesmas Cakru, Curahnongko, Ajung, Rambipuji, Balung, Karangduren, Umbulsari, Paleran, Jombang, Panti, Arjasa, Pakusari, Sumberjambe, Sukowono, Jelbuk, Kaliwates, Mangli, dan Jember Kidul. Setiap tim Puskesmas membawa serta rencana kegiatan pencegahan stunting yang disesuaikan dengan kondisi lokal, yang nantinya akan didukung penuh dengan bantuan susu berkalori tinggi. Penanganan stunting kali ini tidak hanya berfokus pada pemberian PMT, tetapi juga pada intervensi medis yang terarah. Acara ini menghadirkan tiga narasumber ahli, yaitu dokter spesialis anak dari tiga rumah sakit daerah yaitu dr. Nurul Ima Suciwiyati, Sp.A dari RSD dr. Soebandi, dr. Mega Nur Purba, Sp.A dari RSD Kalisat, dan dr. Natalia Kristianti Nugraheni, Sp.A dari RSD Balung. Ketiga dokter spesialis ini akan mendampingi dan memberikan konsultasi kepada tim Puskesmas. Setiap dokter akan menangani enam tim Puskesmas untuk memastikan penanganan yang komprehensif. Diskusi mendalam dalam forum ini mencakup berbagai aspek teknis, mulai dari evaluasi program gizi, perencanaan pelaksanaan PMT 2025, hingga tata cara penanganan medis. Pembahasan juga menyentuh isu krusial seperti penjadwalan pemberian susu tinggi kalori, resep yang tepat, dan prosedur penanganan apabila ditemukan kasus alergi susu pada anak.

Berdasarkan data dari Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1928/2022, malnutrisi pada balita masih menjadi masalah utama di Indonesia. Stunting, yang merupakan hasil dari interaksi antara asupan gizi yang kurang dan kebutuhan gizi yang meningkat, dapat memiliki dampak jangka panjang yang fatal. Anak stunting berisiko tinggi mengalami penurunan kekebalan tubuh, penurunan kemampuan kognitif, serta risiko penyakit degeneratif di masa depan. Inisiatif PEGAS 2025 dan bantuan susu berkalori tinggi ini menjadi angin segar. Diharapkan, dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, angka stunting di Jember dapat ditekan secara signifikan, menciptakan generasi Jember yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.

Galeri Foto