logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Tiga Nelayan Puger Hilang, Tim SAR Perluas Pencarian di Pantai Paseban

  • 21 Agustus 2026
  • Dibaca 143 Kali
Bagikan Via:
tiga-nelayan-puger-hilang-tim-sar-perluas-pencarian-di-pantai-paseban-20260821

Tiga Nelayan Puger Hilang, Tim SAR Perluas Pencarian di Pantai Paseban

JEMBER, 21 AGUSTUS 2026 - Tim SAR gabungan memperluas pencarian terhadap tiga nelayan asal Kecamatan Puger yang hilang setelah perahu Pantes terbalik di perairan Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. Memasuki hari ketiga operasi, Jumat, 21 Agustus 2026, pencarian dilakukan melalui jalur laut dan penyisiran pesisir Pantai Paseban.

Tiga nelayan yang masih dalam pencarian yakni Mujai (58), Moh. Sholihin (34), dan Samsul (45). Ketiganya merupakan warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger. Sementara Sahwiyanto (46), warga Desa Puger Wetan, ditemukan meninggal dunia. Nakhoda perahu, Samino (65), juga warga Desa Puger Wetan, berhasil menyelamatkan diri.

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember, Fery Sukirno Putra, mengatakan pencarian dilakukan bersama sejumlah unsur SAR dengan membagi tim ke beberapa sektor.

“Tim melakukan pencarian dari laut dan darat. Untuk sementara hasil pencarian hari ini masih nihil dan operasi akan dilanjutkan besok,” ujar Fery.

Menurut Fery, peristiwa bermula saat perahu jenis jaringan bernama Pantes berangkat dari Pelabuhan Perikanan Puger pada Selasa,18 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Perahu tersebut membawa lima orang, termasuk nakhoda, menuju perairan Meleman untuk menangkap ikan.

Dalam perjalanan kembali sekitar pukul 02.00 WIB, perahu menepi di sekitar perairan Paseban setelah awak melihat cahaya yang diduga berasal dari perahu nelayan lain. Tak lama kemudian, perahu dihantam gelombang dari sisi kanan.

Benturan gelombang menyebabkan lambung kanan perahu mengalami kebocoran hingga akhirnya perahu terbalik. Dari lima orang di atas perahu, satu orang selamat, satu meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya hingga kini belum ditemukan.

Pada Jumat, TRC-PB BPBD Jember berangkat menuju lokasi pukul 09.00 WIB dan tiba sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah briefing, tim SAR gabungan membagi pencarian menjadi dua sektor.

SRU 1 menyisir permukaan laut secara visual menggunakan rubber boat Basarnas. Sementara SRU 2 melakukan penyisiran sepanjang garis Pantai Paseban sejauh sekitar tiga kilometer.

Namun, kondisi laut menjadi tantangan tersendiri. Gelombang yang mencapai sekitar empat meter membuat pencarian di laut harus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan personel.

Operasi SAR dihentikan sementara pukul 17.00 WIB dengan hasil nihil. Pencarian akan kembali dilanjutkan Sabtu 22 Agustus 2026 dengan melibatkan BPBD Jember, Basarnas, Polairud Polres Jember, TNI AL Pos Jember, relawan, mahasiswa magang, dan masyarakat.

Fery mengatakan keberadaan personel akan kembali diperkuat untuk melanjutkan pencarian tiga korban. Selain itu, dukungan logistik bagi keluarga korban juga menjadi perhatian selama proses operasi SAR berlangsung. (tgh)

Galeri Foto