Tradisi Petik Laut Pantai Payangan Ambulu, Lestarikan Budaya dan Perkuat Kebersamaan Masyarakat Pesisir
- 04 Juli 2026
- Dibaca 38 Kali
Bagikan Via:
Tradisi Petik Laut Pantai Payangan Ambulu, Lestarikan Budaya dan Perkuat Kebersamaan Masyarakat Pesisir
JEMBER, 04 JULI 2026 – Tradisi Petik Laut kembali digelar oleh Pemerintah Desa Sumberejo bersama masyarakat nelayan di kawasan Pantai Payangan dan Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jumat 03 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi warisan budaya turun-temurun ini berlangsung khidmat dan meriah sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil tangkapan laut yang melimpah, sekaligus memanjatkan doa untuk keselamatan para nelayan dalam menjalankan aktivitas melaut.
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Camat Ambulu Fahrul Asrori, S.H., Kepala Desa Sumberejo Riono Hadi, Kapolsek Ambulu AKP Sholikhan Arief, S.H., Danramil Ambulu, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, kelompok nelayan, serta ribuan masyarakat dan wisatawan yang turut menyaksikan prosesi adat tersebut.
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan prosesi adat dan pelarungan sesaji ke tengah laut menggunakan perahu nelayan. Sesaji yang dilarungkan menjadi simbol rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan sekaligus harapan agar para nelayan senantiasa memperoleh keselamatan, keberkahan, dan hasil tangkapan yang melimpah.
Dalam sambutannya, Fahrul Asrori menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Sumberejo dan seluruh masyarakat yang terus menjaga serta melestarikan tradisi Petik Laut sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat pesisir.
"Tradisi Petik Laut merupakan warisan budaya yang memiliki nilai spiritual, sosial, dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini kita diajak untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT sekaligus menjaga persatuan masyarakat. Pemerintah Kecamatan Ambulu akan terus mendukung pelestarian budaya lokal karena selain memperkuat jati diri masyarakat, kegiatan ini juga mampu menjadi daya tarik wisata yang memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat," ujar Fahrul Asrori.
Sementara itu, Kepala Desa Sumberejo Riono Hadi menyampaikan bahwa Petik Laut bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus wujud syukur masyarakat nelayan atas hasil laut yang telah menjadi sumber penghidupan.
"Atas nama Pemerintah Desa Sumberejo, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga tradisi Petik Laut tetap lestari, membawa keberkahan bagi seluruh nelayan, mempererat kebersamaan masyarakat, serta semakin memperkenalkan Pantai Payangan dan Watu Ulo sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Kabupaten Jember," tutur Riono Hadi.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif berkat sinergi Pemerintah Kecamatan Ambulu, Pemerintah Desa Sumberejo, TNI, Polri, panitia pelaksana, serta seluruh elemen masyarakat.
Antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Pantai Payangan menjadi bukti bahwa tradisi Petik Laut tidak hanya memiliki nilai budaya dan spiritual, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, melestarikan kearifan lokal, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat pesisir di Kecamatan Ambulu. (hen)