Ubah Wajah Sungai Jadi Destinasi Estetik, Koordinator SDA Rambipuji Dorong Ekonomi Kreatif di Desa Serut
- 29 Maret 2026
- Dibaca 175 Kali
Bagikan Via:
Ubah Wajah Sungai Jadi Destinasi Estetik, Koordinator SDA Rambipuji Dorong Ekonomi Kreatif di Desa Serut
JEMBER, 29 MARET 2026 - Aliran sungai di Desa Serut, Kecamatan Panti, kini bersiap bersolek menjadi daya tarik baru. Melalui inisiatif inovatif, Koordinator Sumber Daya Air (Kor SDA) Rambipuji mulai merancang transformasi sungai setempat menjadi destinasi wisata "Sungai Warna-Warni" guna memantik pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis lingkungan.
Langkah strategis ini diambil untuk mengoptimalkan potensi alam yang selama ini belum tergarap maksimal. Dengan sentuhan kreativitas dan penataan yang terintegrasi, sungai yang semula hanya berfungsi sebagai saluran irigasi akan disulap menjadi kawasan wisata yang ramah pengunjung dan memiliki nilai estetika tinggi.
Koordinator SDA Rambipuji, Muhammad Yasin, menjelaskan bahwa proyek ini dimulai dengan langkah sederhana namun fundamental, yakni gerakan pembersihan sungai secara gotong royong dan penataan bantaran.
"Kami mengawalinya dari pembersihan total dan penataan area. Rencananya, area sekitar akan dicat dengan konsep warna-warni yang estetik serta dilengkapi spot foto menarik bagi generasi muda," ujar Yasin, Minggu 29 Maret 2026.
“Namun, misi utamanya adalah transformasi budaya: kami ingin menegaskan bahwa sungai bukanlah tempat sampah, melainkan aset yang jika dikelola dengan baik, akan berdampak positif bagi kesejahteraan kita semua,” tambahnya.
Pemanfaatan sungai ini diproyeksikan menjadi katalisator bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Serut. Warga sekitar didorong untuk menangkap peluang dengan menyiapkan unit usaha kuliner, minuman, hingga kerajinan tangan lokal.
Agus, salah satu warga Desa Serut, menyambut antusias rencana tersebut. Ia menilai kehadiran destinasi wisata akan membuka lapangan kerja baru bagi pemuda dan ibu rumah tangga di desanya.
"Jika sungai ini benar-benar menjadi tempat wisata, akan banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan masyarakat. Kami sangat mendukung perubahan positif ini demi kemajuan lingkungan desa," ungkapnya.
Keberhasilan program ini menitikberatkan pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Keterlibatan warga dalam proses perawatan dan pengelolaan menjadi kunci agar rasa memiliki (sense of ownership) tumbuh kuat, sehingga kelestarian kawasan wisata tetap terjaga dalam jangka panjang.
Ke depan, destinasi "Sungai Warna-Warni" diharapkan tidak hanya menjadi magnet bagi wisatawan lokal, tetapi juga mampu menarik pengunjung dari luar daerah. Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan kesejahteraan tidak selalu membutuhkan modal besar, melainkan konsistensi dalam mengelola potensi sederhana di sekitar kita. (yan)