logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Warga Patrang Krisis Air Bersih, Kelurahan Gandeng BPBD Jember Cari Solusi

  • 02 September 2026
  • Dibaca 35 Kali
Bagikan Via:
warga-patrang-krisis-air-bersih-kelurahan-gandeng-bpbd-jember-cari-solusi-20260902

Warga Patrang Krisis Air Bersih, Kelurahan Gandeng BPBD Jember Cari Solusi

JEMBER, 2 SEPTEMBER 2026 - Musim kemarau 2026 mulai membawa dampak bagi warga di RW 008, Lingkungan Patrang Tengah, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Sejumlah sumur warga mengering sehingga kebutuhan air bersih sehari-hari menjadi persoalan yang harus segera diatasi.

Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari memasak, mencuci hingga keperluan mandi. Sumur yang selama ini menjadi sumber utama air bagi rumah tangga tak lagi mampu memenuhi kebutuhan warga karena debit air terus menurun seiring berlangsungnya musim kemarau.

Situasi itu mendapat perhatian dari pihak Kelurahan Patrang. Pemerintah kelurahan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak.

Lurah Patrang Hariyono mengatakan, kondisi kekeringan yang terjadi di wilayah tersebut perlu segera mendapat penanganan. Pihak kelurahan terus melakukan pemantauan terhadap kebutuhan warga sekaligus berkoordinasi dengan BPBD Jember.

“Warga memang mengalami kesulitan air bersih karena sumur-sumur mulai mengering. Kami berkoordinasi dengan BPBD agar kebutuhan air warga bisa segera dibantu,” ujar Hariyono di salah satu rumah warga yang sumurnya mengalami kekeringan, Rabu (2/9/2026).

Menurut dia, pemenuhan air bersih menjadi perhatian pemerintah kelurahan selama musim kemarau. Bantuan air diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama warga yang tidak lagi memiliki sumber air yang mencukupi.

Ketua RW 008, Mursid, mengatakan kekeringan mulai dirasakan warga ketika sumber air dari sumur mengalami penurunan sejak awal bulan Agustus. Sebagian sumur bahkan sudah tidak lagi mengeluarkan air sehingga warga harus mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sumur warga banyak yang sudah kering. Untuk kebutuhan sehari-hari, warga cukup kesulitan mendapatkan air,” kata Mursid.

Dia berharap distribusi air bersih dapat dilakukan secara rutin selama kondisi kemarau masih berlangsung. Menurut Mursid, kebutuhan air tidak bisa ditunda karena menyangkut aktivitas dasar masyarakat setiap hari.

Warga pun berharap kondisi tersebut segera mendapat perhatian berkelanjutan. Selain bantuan air bersih, mereka menginginkan adanya langkah antisipasi apabila kemarau berlangsung lebih panjang dan sumber air warga belum kembali normal.

Pemerintah kelurahan bersama BPBD Jember diharapkan terus memantau perkembangan kondisi di RW 008. Langkah tersebut penting agar kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi dan dampak kemarau tidak semakin meluas. (Yud)

Galeri Foto