logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan

DKPPP Kab. Jember Gelar Monitoring dan Evaluasi Perkembangan Anakan Sapi Red Brahman di Kec. Puger

  • 07 Agustus 2026
  • Dibaca 5 Kali
Bagikan Via:
dkppp-kab-jember-gelar-monitoring-dan-evaluasi-perkembangan-anakan-sapi-red-brahman-di-kec-puger-20260807

DKPPP Kab. Jember Gelar Monitoring dan Evaluasi Perkembangan Anakan Sapi Red Brahman di Kec. Puger

DKPPP Kabupaten Jember Gelar Monitoring dan Evaluasi Perkembangan Anakan Sapi Red Brahman di Kecamatan Puger

JEMBER — Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jember terus berkomitmen mengawal keberhasilan program pemuliaan dan peningkatan mutu genetik ternak di wilayahnya. Pada Kamis (6/8/2026), tim teknis melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Performance Anakan Red Brahman di Kelompok Ternak Sri Gopala, Desa Wonosari, Kecamatan Puger.

Kegiatan monitoring ini dihadiri oleh perwakilan Bidang Peternakan, yaitu Ir. Purwoto, S.Pt., Hairul Anwar, A.Md., Norma Amalia Islami, S.Tr.Pt, dan Bhisma Briantama, S.Pt. Selain itu, jajaran Puskeswan Balung yang diwakili oleh drh. Yusmaniar Adi Luhung serta Sugeng Tri Mulyono juga turut mendampingi pemeriksaan di lapangan.

Pemeriksaan dilakukan secara langsung terhadap pedet (anakan sapi) Red Brahman milik anggota Kelompok Ternak Sri Gopala untuk mengukur performa pertumbuhan fase awal. Berdasarkan hasil pengukuran morfometri dan bobot badan di dua lokasi peternak, diperoleh data sebagai berikut:

  • Peternak Pak Junaidi: Anakan Red Brahman betina berumur 1 bulan mencatatkan panjang badan 68 cm, tinggi gumba 73 cm, lingkar dada 89 cm, dan bobot badan mencapai 57 kg.

  • Peternak Pak Efendy: Anakan Red Brahman betina berumur 10 hari mencatatkan panjang badan 70 cm, tinggi gumba 77 cm, lingkar dada 90 cm, dan bobot badan mencapai 57 kg.

Menurut Ir. Purwoto, S.Pt, Dari evaluasi teknis, kedua pedet menunjukkan kondisi fisik yang sangat baik serta potensi pertumbuhan yang menjanjikan. Meskipun memiliki perbedaan umur, performa ukuran tubuh dan bobot badan yang optimal tersebut dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik unggul Red Brahman, kualitas reproduksi induk yang baik, serta penerapan manajemen pemeliharaan yang memadai oleh para peternak.

Data hasil penimbangan dan pengukuran morfometri ini selanjutnya dijadikan sebagai data dasar (baseline) untuk pemantauan tahap berikutnya. Tim dinas bersama Puskeswan akan menjadwalkan evaluasi berkala guna memantau laju pertambahan bobot badan harian dan perkembangan fisik ternak secara berkelanjutan, sehingga keberhasilan Program Introduksi Red Brahman di Kabupaten Jember dapat terukur secara terarah dan terencana.

Galeri Foto

Anakan sapi Red Brahman Hasil IB

Anakan sapi Red Brahman Hasil IB

Proses Penimbangan Anakan Red Brahman

Proses Penimbangan Anakan Red Brahman