logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Hujan Deras Picu Longsor di Desa Mulyorejo Silo, Dua Rumah Warga Terdampak

  • 10 Februari 2026
  • Dibaca 381 Kali
Bagikan Via:
hujan-deras-picu-longsor-di-desa-mulyorejo-silo-dua-rumah-warga-terdampak-20260210

Hujan Deras Picu Longsor di Desa Mulyorejo Silo, Dua Rumah Warga Terdampak

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, kembali memicu kejadian tanah longsor. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di Dusun Baban Batu Ampar, Desa Mulyorejo. Longsor terjadi di tebing jalan perdusunan yang berada di sekitar permukiman warga dan menyebabkan material tanah menimpa halaman rumah penduduk. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menimbulkan kekhawatiran warga karena berpotensi terjadi longsor susulan.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, terdapat dua titik longsoran yang berdampak langsung pada rumah warga. Longsoran pertama memiliki panjang sekitar 10 meter dan tinggi 6 meter yang menimpa halaman rumah milik Sulianto. Sementara itu, longsoran kedua dengan panjang sekitar 3 meter dan tinggi 2 meter menimpa halaman rumah milik Maksana. Material longsoran berasal dari tebing jalan perdusunan yang berada tepat di atas permukiman warga.

Kronologis kejadian bermula dari hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Mulyorejo pada Minggu (8/2/2026) selama kurang lebih lima jam. Intensitas hujan yang cukup tinggi menyebabkan kondisi tanah menjadi jenuh dan labil. Pada Senin sore sekitar pukul 16.30 WIB, tanah di tebing jalan perdusunan tidak mampu menahan beban air sehingga terjadi longsor. Material tanah dan bebatuan kemudian meluncur ke bawah dan menutup sebagian halaman rumah warga di bawahnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Jember bersama unsur terkait segera melakukan langkah penanganan awal. Tim melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan unsur kewilayahan setempat, dilanjutkan dengan assessment untuk mengetahui tingkat kerusakan dan potensi bahaya lanjutan. Selain itu, petugas juga melakukan pemasangan tiga lembar terpal di area longsoran untuk mengurangi risiko erosi dan longsor susulan. Seluruh rangkaian kegiatan penanganan awal tersebut juga didokumentasikan sebagai bahan laporan dan tindak lanjut.

Hingga saat ini, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan terkendali. Tidak terdapat warga yang terisolir akibat longsor tersebut, dan aktivitas masyarakat masih dapat berjalan dengan normal. Warga setempat secara mandiri telah melakukan pembersihan material longsoran di halaman rumah masing-masing. Terpal yang dipasang di area tebing longsor juga berfungsi untuk menahan rembesan air hujan agar tidak memperparah kondisi tanah.

BPBD Kabupaten Jember mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap curah hujan tinggi. Warga juga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila ditemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan di sekitar permukiman. Selain itu, BPBD merekomendasikan kepada dinas terkait untuk melakukan penanganan pasca kejadian secara lebih menyeluruh. Langkah tersebut diperlukan guna mencegah terjadinya longsor susulan dan meminimalkan risiko bagi keselamatan warga.

Galeri Foto