logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Dari Keraguan Menuju Harapan, Asfi Rehan Menemukan Mimpi Baru Lewat Pelatihan Ecoprint

  • 10 Juni 2026
  • Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
dari-keraguan-menuju-harapan-asfi-rehan-menemukan-mimpi-baru-lewat-pelatihan-ecoprint-20260610

Dari Keraguan Menuju Harapan, Asfi Rehan Menemukan Mimpi Baru Lewat Pelatihan Ecoprint

JEMBER, 10 JUNI 2026 – Di antara puluhan peserta pelatihan ecoprint yang memenuhi Pendapa Kecamatan Sumbersari, Rabu 10Juni 2026, tampak seorang remaja yang mengikuti setiap arahan dengan penuh perhatian. Sesekali ia tersenyum saat melihat motif daun yang berhasil tercetak di atas kain. Remaja itu adalah Asfi Rehan, warga Jalan Tidar Rinjani, Lingkungan Sumberbringin, Kelurahan Karangrejo.

Bagi Asfi, pelatihan tersebut bukan sekadar belajar membuat kerajinan. Kegiatan itu menjadi titik awal untuk menemukan kembali harapan yang sempat hilang setelah dirinya putus sekolah.

Asfi mengaku pernah menempuh pendidikan tingkat SMP dan sempat melanjutkan pendidikan di pondok pesantren. Namun karena merasa tidak kuat menjalani kehidupan di pondok, ia akhirnya memutuskan berhenti. Sejak saat itu, hari-harinya diwarnai kebingungan.

Saat teman-teman seusianya masih bersekolah dan memiliki aktivitas yang jelas, Asfi justru sering bertanya-tanya tentang apa yang harus dilakukan untuk masa depannya.

“Waktu tidak sekolah saya bingung harus ngapain. Kadang merasa tidak punya kegiatan yang jelas,” ungkapnya.

Kesempatan mulai terbuka ketika dirinya didata oleh Kelurahan Karangrejo sebagai Anak Tidak Sekolah (ATS) dan diajak mengikuti pelatihan ecoprint yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Kecamatan Sumbersari bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.

Awalnya, Asfi mengaku ragu mengikuti kegiatan tersebut. Ia belum mengetahui apa itu ecoprint dan manfaat yang bisa diperoleh dari pelatihan tersebut. Namun keraguan itu perlahan berubah menjadi rasa antusias setelah dirinya mencoba langsung membuat karya dari daun dan bunga yang dicetak pada kain.

“Awalnya saya ragu, tapi setelah ikut ternyata menyenangkan. Bisa menambah pengetahuan dan langsung praktik membuat ecoprint. Ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan,” katanya.

Lebih dari sekadar keterampilan baru, pelatihan itu juga membangkitkan keinginan Asfi untuk memiliki usaha sendiri. Ia mulai membayangkan bahwa hasil karya ecoprint dapat menjadi produk bernilai ekonomi yang bisa dikembangkan di kemudian hari.

“Sekarang saya ingin sukses dan punya usaha sendiri. Mudah-mudahan dari pelatihan ini ada jalan untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya penuh harap.

Ketua TP PKK Kecamatan Sumbersari, Dwiyanti Hadiatullah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara TP PKK Kabupaten Jember dan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember dalam upaya memberdayakan Anak Tidak Sekolah.

Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang bisa dikembangkan apabila mendapatkan kesempatan dan pendampingan yang tepat.

“Melalui pelatihan ecoprint ini kami berharap adik-adik ATS dapat menggali potensi diri yang mereka miliki. Kami berupaya memfasilitasi agar mereka memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk melangkah ke depan,” ujarnya.

Dwiyanti berharap para peserta dapat melanjutkan cita-cita mereka, baik dengan kembali menempuh pendidikan maupun mengembangkan usaha yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.

Sementara itu, Lurah Karangrejo menyampaikan bahwa pihak kelurahan terus mendukung berbagai program pemberdayaan bagi Anak Tidak Sekolah. Menurutnya, pelatihan seperti ecoprint menjadi sarana penting untuk membuka wawasan sekaligus memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan mereka.

“Harapan kami, anak-anak yang selama ini tidak sekolah tetap memiliki kesempatan berkembang. Mereka harus percaya bahwa masa depan masih terbuka luas. Pemerintah akan terus berupaya menghadirkan program yang dapat membantu mereka menemukan potensi terbaiknya,” ujarnya.

Bagi Asfi Rehan, selembar kain yang dihiasi jejak dedaunan mungkin terlihat sederhana. Namun dari lembar kain itulah tumbuh keyakinan baru bahwa masa depan tidak ditentukan oleh kegagalan di masa lalu, melainkan oleh keberanian untuk terus belajar dan mencoba. Sebuah pelatihan singkat telah memberinya sesuatu yang jauh lebih berharga: harapan untuk meraih kesuksesan dengan usahanya sendiri. (aji)

Galeri Foto