Oreintasi Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) & E-Kohort Kabupaten Jember dalam upaya tertib administrasi data ibu hamil
- 21 November 2022
- Dibaca 14608 Kali
Bagikan Via:
Oreintasi Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) & E-Kohort Kabupaten Jember dalam upaya tertib administrasi data ibu hamil
J-Gemar Jelita
Upaya penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi terus digaungkan di Kabupaten Jember. Salah satu kegiatan adalah hari ini, Senin 21 Nopember 2022 melalui pertemuan MPDN dan EKohort. Dimana untuk saat ini tidak Hanya Notifikasi MPDN tetapi lebih ke Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respon (AMPSR), kenapa harus dilakukan Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respon (AMPSR) karena sebetulnya kematian itu sudah kita ketahui penyebabnya. Sehingga kematian itu bisa di cegah, misalnya kalau penyebabnya perdarahan. Nah perdarahan itu kan diawali dari ibu hamil anemia atau kurang gizi. Sehingga kalau ibu sebelum hamil di harapkan jangan hamil anemia, atau gizinya diperbaiki, Sedangkan untuk pelaporannya melaluiaplikasi MPDN. MPDN" berartisistem pencatatan secara digital data kematian Maternal dan Perinatal di Indonesia oleh Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Maternal Perinatal Death Notification(MPDN) adalah aplikasi pelaporan kematian maternal yang cepat dan terstruktur, dengan memanfaatkan teknologi informatika terkini dan sudah digunakan selama 15 tahun di Indonesia. Aplikasi MPDN saat ini merupakan satu-satunya aplikasi yang berbasis FHIR akan menjadi bagian dari platformIndonesia Health Services(IHS), Satu Sehat dan sudah dipersiapkan untuk dapat interoperabilitas dengan sistem lain. Aplikasi MPDN awalnya digunakan hanya oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi di rumah sakit, namun sekarang penggunaannya sudah diperluas sampai ke tingkat nasional, semua petugas kesehatan di tingkat Puskesmas, dari tingkat Bikor sampai dengan tingkat rujukan.
Aplikasi MPDN dibuat dengan tujuan mendapatkan laporan adanya kematian maternal sedini mungkin dengan data yang akurat dan disertai dengan analisis statistik sederhana guna meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan bersumber data, akan tetapi dalam implementasinya masih ditemukan berbagai macam kendala, seperti adanya duplikasi data, akurasi dan konsistensi data, serta masih adanyaunder reported mortality cases. Proses triangulasi sistem untuk mengenali data dan penggunaanunique ID(dalam hal ini NIK) untuk pelaporan kematian di Indonesia merupakan cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi adanya duplikasi data yang masih sering terjadi.
Di Indonesia, jumlah kasus kematian yang terdaftar dan dipublikasikan sebenarnya belum menggambarkan jumlah kasus kematian yang sebenarnya.Under reported mortality casesini terjadi karena masih banyak penduduk yang memilih untuk tidak melaporkan adanya kasus kematian di daerahnya. Perlu dibentuk suatu regulasi untuk mengatasi permasalahanunder reportedini, yang dapat mengatur pelaporan kematian di daerahnya, baik pelaporan secara pribadi atau melalui publik, sehingga kasus kematian yang dilaporkan dan kasus kematian yang terjadi di masyarakat bisa terjaga konsistensinya. Metode lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan akurasi dan konsistensi data adalah dengan pelaporan menggunakan angka kematian total, bukan menggunakan data hasil penelitian, adanya integrasi antara aplikasi pelaporan kematian di level sub-nasional/lokal dengan aplikasi MPDN, dan adanya suatu regulasi untuk mengatur keterlibatan Kementerian Kesehatan dalam semua kegiatan yang dilakukan untuk MPDN.
Sedangkan E Kohort, adalah sebuah aplikasi untuk mendata semua sasaran ibu hamil yang ada di Kabupaten Jember, dengan data yang ada diharapkan ibu hamil lebih terpantau lagi. Baik keberadaannya kesehatannya maupun bagaimana nanti sistem pembayarannya.
Tujuan kegiatan ini adalah :
1. Adanya Komitmen Bersama untuk pelaporan kasus kematian ibu dan bayi menggunakan alikasi MPDN
2. Peserta mampu menggunakan memanfaatkan aplikasi dengan baik. aplikasi
Pertemuan ini dihadiri oleh 12 rumah sakit yang ada di kabupaten jember dengan peserta tiap rumah sakit terdiri dari Ruang Rawat, Ruang Nifas, Perinatologi, Penanggungjawab Laporan AKI AKB
Semoga data lebih valid aki akb dan stunting turun !!!