logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Piala Bupati Jember 2026 Resmi Dibuka, 31 Kecamatan dan 151 Sekolah Siap Beradu Sportivitas

  • 19 September 2026
  • Dibaca 20 Kali
Bagikan Via:
piala-bupati-jember-2026-resmi-dibuka-31-kecamatan-dan-151-sekolah-siap-beradu-sportivitas-20260919

Piala Bupati Jember 2026 Resmi Dibuka, 31 Kecamatan dan 151 Sekolah Siap Beradu Sportivitas

JEMBER, 18 SEPTEMBER 2026 - Gemuruh dukungan dan semangat anak-anak muda pecinta sepak bola mewarnai Stadion Jember Sport Garden (JSG), Jumat 18 September 2026. Pembukaan Piala Bupati Jember 2026 menjadi awal dari rangkaian kompetisi sepak bola yang mempertemukan peserta dari seluruh penjuru Kabupaten Jember.

Tak hanya menjadi ajang perebutan kemenangan, kompetisi tersebut menghadirkan cerita tentang mimpi anak-anak muda yang ingin menunjukkan kemampuan mereka di lapangan. Sebanyak 31 kecamatan turut ambil bagian dalam turnamen antar kecamatan, sementara kompetisi pelajar melibatkan 151 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan. Peserta tersebut terdiri atas 50 tim SD/MI, 56 tim SMP/MTs, serta 45 tim SMA/SMK/MA.

Sejak pembukaan dimulai, suasana JSG terasa semarak. Para pemain datang bersama rekan satu tim, guru, pelatih, dan pendukung masing-masing. Seragam dengan warna berbeda menjadi penanda identitas sekolah maupun kecamatan, tetapi seluruh peserta bertemu dalam semangat yang sama bertanding secara sportif dan memberikan kemampuan terbaik.

Pembukaan Piala Bupati Jember 2026 juga dirangkai dengan pertandingan persahabatan yang mempertemukan tim Porprov Putri Jember melawan Porprov Putri Banyuwangi, kemudian dilanjutkan pertandingan Porprov Putra Jember menghadapi Perseba Bangkalan.

Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. mengatakan, penyelenggaraan Piala Bupati tidak hanya dimaksudkan sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaring dan mengembangkan potensi pesepak bola muda Jember.

“Insyaallah. Mudah-mudahan nanti bisa diperluas lagi. Kalau hari ini antar sekolah, hari ini antar kecamatan, mudah-mudahan tahun depan bisa antar desa dan bisa kita bikin lebih meriah,” ujar Muhammad Fawait.

Harapan tersebut memberikan gambaran bahwa kompetisi sepak bola di Jember diarahkan untuk memiliki keberlanjutan. Lapangan pertandingan diharapkan menjadi tempat bagi anak-anak untuk memperoleh pengalaman, belajar bekerja sama, menjaga disiplin, sekaligus mengenal arti sportivitas.

Ketua Askab PSSI Jember, H. Abdullah Waid, M.Hi., juga menempatkan kompetisi sebagai bagian dari pembinaan sepak bola di daerah. Dalam persiapan turnamen, Askab PSSI Jember menyampaikan bahwa kompetisi ini melibatkan peserta dari berbagai jenjang dan kecamatan serta dirancang sebagai ruang pembinaan pemain. Sebelumnya, ketika jadwal pembukaan sempat mengalami penyesuaian, Waid menegaskan bahwa Askab terus berkoordinasi agar kompetisi dapat berjalan dengan baik.

“Jadwal pembukaan maupun pertandingan akan kami informasikan kembali setelah kondisi memungkinkan. Kami berharap seluruh peserta dapat memahami keputusan ini demi kelancaran pelaksanaan kompetisi,” kata Waid dalam keterangan resmi Askab PSSI Jember.

Kini, setelah pembukaan terlaksana, perhatian beralih kepada para pemain yang akan menjalani pertandingan. Bagi mereka, kesempatan tampil dalam Piala Bupati Jember bukan sekadar tentang mencetak gol atau mengejar kemenangan. Ada pengalaman, keberanian, persahabatan, dan pelajaran yang akan dibawa pulang setelah pertandingan selesai.

Bagi seorang pelajar, mengenakan seragam tim dan berdiri di lapangan membawa nama sekolah merupakan kebanggaan tersendiri. Dukungan teman, guru, orang tua, dan masyarakat menjadi energi tambahan ketika mereka berjuang selama pertandingan.

Sementara bagi kecamatan yang mengikuti turnamen, kompetisi menjadi ruang untuk mempertemukan pemain dari berbagai wilayah. Perbedaan asal dan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk saling menghormati sebagai sesama insan olahraga.

Piala Bupati Jember 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai pertandingan yang selesai ketika peluit panjang dibunyikan. Lebih dari itu, kompetisi menjadi bagian dari proses panjang untuk menumbuhkan budaya olahraga sekaligus menemukan talenta-talenta baru dari desa, sekolah, hingga kecamatan.

Dari lapangan JSG, semangat itu mulai bergulir. Satu per satu pemain akan mengejar bola, berlari, bekerja sama, dan berjuang membawa nama tim masing-masing. Namun pada akhirnya, seluruh peserta memiliki tujuan yang sama menjadikan sepak bola sebagai ruang untuk tumbuh, berprestasi, dan membangun persaudaraan di Kabupaten Jember. (puja)

Galeri Foto