logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

60 KK di Kranjingan Jember Kesulitan Air, BPBD Salurkan 5.000 Liter Air Bersih

  • 25 Oktober 2026
  • Dibaca 309 Kali
Bagikan Via:
60-kk-di-kranjingan-jember-kesulitan-air-bpbd-salurkan-5000-liter-air-bersih-20261026

60 KK di Kranjingan Jember Kesulitan Air, BPBD Salurkan 5.000 Liter Air Bersih

JEMBER, 25 OKTOBER 2026 - Sebanyak 60 kepala keluarga (KK) di Lingkungan Pakem, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terdampak kekeringan. Sumur warga yang menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari mengalami penurunan debit hingga sebagian mengering.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mendampingi distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter, Minggu 25 Oktober 2026.

Anggota TRC-PB BPBD Kabupaten Jember, Faris Fadhil, mengatakan distribusi air dilakukan setelah tim melakukan asesmen dan pengecekan kondisi sumber air warga bersama perangkat RT/RW setempat.

“Dari hasil pengecekan, sumur warga dengan kedalaman sekitar 6 sampai 10 meter mengalami penurunan ketersediaan air. Sebagian besar sumur bahkan mengalami kekeringan dan air yang tersisa tidak layak untuk dikonsumsi,” kata Fadhil.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, terutama untuk memasak dan minum. Warga sebenarnya memiliki sumber air alternatif berupa sungai yang berjarak sekitar 200 meter dari permukiman. Namun, air sungai tersebut juga tidak layak dikonsumsi.

Warga kemudian berupaya mengalirkan air sungai ke dalam tanah agar dapat terserap dan menambah ketersediaan air di sumur. Upaya tersebut dilakukan secara mandiri atau dikenal warga sebagai “norap”. Namun, hasilnya hanya mampu bertahan sekitar tiga hari.

“Warga sudah berupaya secara mandiri dengan mengalirkan air sungai agar terserap ke sumur, tetapi hanya bertahan sekitar tiga hari. Karena itu, warga meminta bantuan air bersih untuk kebutuhan memasak dan minum,” ujar Fadhil.

Distribusi air bersih tersebut merupakan penyaluran keempat untuk penanganan kekeringan di wilayah tersebut. Kegiatan dilaksanakan berdasarkan surat Kelurahan Kranjingan Nomor 600.1.16/154/35.09.03.2023/2026 tentang permohonan bantuan air.

Dalam kegiatan itu, TRC-PB BPBD Jember melakukan pendampingan distribusi air bersih dari Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) sebanyak 5.000 liter ke tandon BPBD yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Selain distribusi air, petugas juga melakukan pengecekan sumur warga, koordinasi dengan RT/RW, edukasi mengenai kebencanaan, serta dokumentasi kondisi di lapangan.

BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih dilakukan secara berkala, yakni sebanyak 5.000 liter setiap empat hari sekali. Kondisi kekeringan tersebut juga akan diteruskan kepada organisasi perangkat daerah terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Untuk sementara, rekomendasinya distribusi air 5.000 liter setiap empat hari sekali. Kami juga meneruskan kondisi ini kepada dinas terkait agar dapat dilakukan penanganan lanjutan,” kata Faris.

BPBD Jember memastikan pemantauan terhadap kondisi sumber air warga tetap dilakukan. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung. (tgh)

Galeri Foto