logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Banjir Luapan Rendam Permukiman Warga Dusun Penidik Puger, BPBD Jember Lakukan Pemantauan dan Penanganan

  • 02 Februari 2026
  • Dibaca 470 Kali
Bagikan Via:
banjir-luapan-rendam-permukiman-warga-dusun-penidik-puger-bpbd-jember-lakukan-pemantauan-dan-penanganan-20260202

Banjir Luapan Rendam Permukiman Warga Dusun Penidik Puger, BPBD Jember Lakukan Pemantauan dan Penanganan

Banjir luapan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Jember, tepatnya di Dusun Penidik, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, pada Minggu malam, 1 Februari 2026. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.00 WIB dan menyebabkan genangan air masuk ke permukiman warga dengan ketinggian bervariasi antara 30 hingga 80 sentimeter. Kejadian tersebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat setempat yang terganggu akibat kondisi lingkungan yang tergenang air. Banjir ini merupakan salah satu dampak dari cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jember dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, banjir luapan tersebut mengakibatkan dua kepala keluarga terdampak langsung, yakni rumah milik Ibu Munfarida dan Ibu Siti. Selain itu, terdapat lima kepala keluarga lainnya yang rumahnya terpapar genangan air meskipun tidak mengalami dampak berat. Tidak hanya permukiman, area persawahan di sekitar Dusun Penidik juga dilaporkan terendam sehingga berpotensi mengganggu aktivitas pertanian warga. Kondisi ini memperlihatkan bahwa banjir tidak hanya berdampak pada sektor permukiman, tetapi juga pada perekonomian masyarakat desa.

Kronologis kejadian bermula dari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur sebagian wilayah Kecamatan Puger sejak Sabtu siang, 31 Januari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Hujan tersebut berlangsung cukup lama hingga sore hari dan kembali turun pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB hingga dini hari. Akibatnya, debit air pada saluran irigasi yang berasal dari area persawahan meningkat signifikan dan tidak mampu tertampung. Luapan air kemudian masuk ke permukiman warga sekitar pukul 20.00 WIB dengan ketinggian air di dalam rumah mencapai 20 hingga 40 sentimeter.

Kejadian ini sejalan dengan Press Release kewaspadaan cuaca ekstrem wilayah Jawa Timur yang sebelumnya telah dikeluarkan. Dalam rilis tersebut disebutkan bahwa Kabupaten Jember berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, tanah longsor, hingga angin kencang pada periode 21–30 Januari 2026 yang kemudian diperpanjang hingga 1–10 Februari 2026. Oleh karena itu, banjir luapan yang terjadi di Dusun Penidik menjadi bagian dari dampak nyata cuaca ekstrem tersebut. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan seluruh pihak terkait dalam melakukan langkah mitigasi dan penanganan.

Hingga pembaruan kondisi pada pukul 16.00 WIB, genangan air masih ditemukan di halaman rumah warga dengan ketinggian 10 hingga 30 sentimeter pada sekitar tujuh rumah. Meski demikian, air dilaporkan sudah berangsur surut dan cuaca di lokasi terpantau cerah. Namun, aliran air pada saluran drainase masih cenderung stagnan atau terhambat sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut. Situasi ini tetap menjadi perhatian petugas guna mengantisipasi kemungkinan genangan kembali meningkat.

Sebagai bentuk respons cepat, BPBD Kabupaten Jember melalui Regu B TRC telah melakukan koordinasi, asesmen lapangan, serta dokumentasi di lokasi kejadian. Bantuan logistik dari stok desa juga telah disalurkan kepada warga terdampak berupa paket lauk pauk, siap saji, paket sandang, dan selimut. Hingga pukul 17.00 WIB, petugas TRC BPBD masih melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan kondisi tetap terkendali. BPBD juga merekomendasikan kewaspadaan terhadap potensi hujan susulan serta pelaksanaan kerja bakti pembersihan saluran irigasi di Dusun Krajan dan Dusun Penidik.

Galeri Foto