logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Bupati Jember Lepas 3.000 Mahasiswa KKN, Fokus Validasi Data Kemiskinan

  • 19 Juli 2026
  • Dibaca 56 Kali
Bagikan Via:
bupati-jember-lepas-3000-mahasiswa-kkn-fokus-validasi-data-kemiskinan-20260719

Bupati Jember Lepas 3.000 Mahasiswa KKN, Fokus Validasi Data Kemiskinan

JEMBER, 19 JULI 2026 - Sebanyak 3.000 mahasiswa dari 17 perguruan tinggi negeri dan swasta resmi diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Desa Cinta di Kabupaten Jember.

Program hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Jember dengan 17 kampus tersebut diarahkan untuk memperkuat reformasi dan validasi data kemiskinan di tingkat desa agar penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran.

Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para rektor, dan perwakilan perguruan tinggi di Alun-alun Jember, Minggu (19/7/2026).

Dalam sambutannya, Fawait menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Menurut dia, pengabdian kepada masyarakat melalui KKN menjadi wujud nyata kontribusi kalangan akademisi dalam membantu pemerintah menyelesaikan persoalan di daerah.

"Mahasiswa sudah kritis terhadap kebijakan pemerintah dan memberikan kritik. Hari ini dan mulai besok, kalian mahasiswa yang berkumpul di sini sudah saatnya berkontribusi untuk negara melalui KKN Kolaboratif," ujar Fawait.

Ia menjelaskan, KKN Kolaboratif tahun ini mengusung tema Desa Cinta, akronim dari Cerdas, Inovatif, dan Tangguh. Selama berada di desa, para mahasiswa akan menjalankan tiga tugas utama, yaitu melakukan verifikasi masyarakat kategori Desil 2, mendorong pengelolaan sampah secara mandiri di desa, serta memvalidasi data peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui aplikasi Viola.

Menurut Fawait, pembaruan data kemiskinan menjadi kebutuhan mendesak karena masih ditemukan ketidaksesuaian antara data administrasi dan kondisi riil masyarakat. Akibatnya, penyaluran bantuan sosial kerap tidak sepenuhnya tepat sasaran.

"Data yang akurat menjadi fondasi bagi kebijakan yang tepat. Karena itu, kami mengajak mahasiswa ikut memastikan data masyarakat benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan," katanya.

Selain menjalankan tugas pendataan, para mahasiswa juga diminta menjaga etika dan nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat. Bupati berharap kehadiran mereka mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah desa sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Pada kesempatan yang sama, Fawait mengumumkan pembukaan pendaftaran Beasiswa Cinta Bergema mulai 20 Juli 2026. Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan sekitar 4.200 kuota beasiswa bagi mahasiswa asal Jember yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. (yud)

Galeri Foto