logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Home Care Sasar Ibu Hamil Risiko Tinggi di Wirolegi, Pemeriksaan USG Mobile hingga Pendampingan Berkelanjutan

  • 28 Agustus 2026
  • Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
home-care-sasar-ibu-hamil-risiko-tinggi-di-wirolegi-pemeriksaan-usg-mobile-hingga-pendampingan-berkelanjutan-20260828

Home Care Sasar Ibu Hamil Risiko Tinggi di Wirolegi, Pemeriksaan USG Mobile hingga Pendampingan Berkelanjutan

JEMBER, 28 AGUSTUS 2026 – Program Home Care menyasar seorang ibu hamil risiko tinggi di Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jumat 28 Agusturs 2026. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut program prioritas Bupati Jember untuk memastikan masyarakat, khususnya kelompok berisiko, mendapatkan pelayanan kesehatan secara langsung dan berkelanjutan.

Pasien yang menjadi sasaran Home Care kali ini merupakan ibu hamil risiko tinggi warga Lingkungan Kaliwining, Kelurahan Wirolegi. Pasien memiliki riwayat hipertensi serta menghadapi faktor risiko keluarga sehingga membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih intensif selama masa kehamilan.

Kegiatan diikuti Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Jember Sutiyoso dan Kepala Bagian Umum Kabupaten Jember Hisyam Wahyu Aditya selaku OPD pengampu. Turut hadir Camat Sumbersari Deni Hadiatullah, Kasi PMKS Kecamatan Sumbersari Nanang Hidayat, Kepala Puskesmas Sumbersari dr. Adinda Putri, Kepala Puskesmas Gladakpakem dr. Tunsiah, Ketua TP PKK Kecamatan Sumbersari Dwiyanti Hadiatullah, Lurah Wirolegi Athur Robby Tantra, Babinsa Kelurahan Wirolegi, serta tim medis Puskesmas Sumbersari dan Puskesmas Gladakpakem.

Kepala Puskesmas Sumbersari dr. Adinda Putri mengatakan, kondisi pasien menjadi perhatian karena selain memiliki riwayat hipertensi, terdapat faktor risiko lain yang berkaitan dengan kondisi keluarga. Karena itu, pendampingan tidak hanya dilakukan dari sisi kesehatan, tetapi juga melibatkan Dinas Sosial Kabupaten Jember.

“Pasien Home Care kali ini adalah ibu hamil dengan risiko tinggi, memiliki riwayat hipertensi dan juga terdapat masalah keluarga. Karena itu, kami melakukan pendampingan secara terpadu dengan melibatkan Dinas Sosial. Pasien juga baru kali ini mendapatkan pemeriksaan kehamilan,” ujar dr. Adinda.

Dalam kunjungan tersebut, tim medis melakukan pemeriksaan kehamilan menggunakan USG mobile. Pasien juga mendapatkan obat-obatan dan vitamin yang dibutuhkan selama kehamilan. Berdasarkan hasil pendampingan, pasien masuk dalam kriteria sasaran Home Care sehingga pemantauan akan dilakukan secara rutin setiap bulan hingga proses persalinan.

Sementara itu, Kasi PMKS Kecamatan Sumbersari Nanang Hidayat menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut program prioritas Bupati Jember di bidang pelayanan kesehatan melalui Home Care. Menurutnya, kegiatan diawali dengan apel di Pendapa Kabupaten Jember sebelum tim bergerak langsung menuju sasaran di wilayah kecamatan.

“Home Care ini merupakan tindak lanjut program prioritas Bupati Jember. Pagi tadi dilakukan apel di Pendapa Kabupaten dan selanjutnya tim langsung menuju sasaran. Untuk Kecamatan Sumbersari, sasaran hari ini berada di Kelurahan Wirolegi dengan pasien ibu hamil risiko tinggi,” kata Nanang.

Nanang menambahkan, pelaksanaan Home Care ke depan akan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur agar persoalan masyarakat dapat ditangani secara lebih komprehensif. Kecamatan Sumbersari juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil apabila ditemukan sasaran Home Care yang belum memiliki KTP, termasuk untuk pelaksanaan perekaman e-KTP.

Camat Sumbersari Deni Hadiatullah menegaskan bahwa Home Care menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, tenaga kesehatan, OPD pengampu dan unsur terkait menjadi kunci agar sasaran berisiko mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya.

“Kami memastikan setiap sasaran mendapatkan pelayanan dan pendampingan sesuai kondisinya. Melalui kolaborasi lintas sektor, kami berharap ibu hamil risiko tinggi dapat terpantau secara rutin sampai persalinan, sekaligus persoalan lain yang menyertainya dapat ditangani bersama,” ujar Deni.

Melalui kunjungan tersebut, pemerintah tidak hanya memberikan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memastikan adanya pemantauan berkelanjutan terhadap kondisi ibu hamil. Pendekatan terpadu ini diharapkan mampu mendeteksi risiko sejak dini, meningkatkan kepatuhan terhadap pemeriksaan kehamilan, serta memberikan rasa aman bagi ibu dan keluarga hingga masa persalinan. (aji)

Galeri Foto