Bupati Lepas Ribuan Mahasiswa Peserta KKN Kolaboratif Cinta Desa, Gus Fawait: Jadilah Penggerak Perubahan Positif
- 19 Juli 2026
- Dibaca 29 Kali
Bagikan Via:
Bupati Lepas Ribuan Mahasiswa Peserta KKN Kolaboratif Cinta Desa, Gus Fawait: Jadilah Penggerak Perubahan Positif
JEMBER, 19 JULI 2026 – Suasana Alun-Alun Jember dipenuhi semangat ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang mengikuti pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Tahun 2026 bertema "Cinta Desa", Minggu 19 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan melalui kontribusi nyata mahasiswa.
Pelepasan peserta KKN dilakukan langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait) di hadapan ribuan mahasiswa, dosen pendamping, pimpinan perguruan tinggi, serta tamu undangan. Dengan penuh antusias, para peserta yang mengenakan almamater kampus masing-masing memenuhi area alun-alun sebagai simbol kesiapan mereka mengabdi kepada masyarakat selama masa KKN.
Dalam sambutannya, Gus Fawait menegaskan bahwa mahasiswa merupakan kelompok intelektual yang memiliki energi besar sebagai motor penggerak perubahan. Menurutnya, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memahami realitas kehidupan warga secara langsung.
"Mahasiswa adalah pergerakan positif. Melalui KKN ini, saya ingin teman-teman mahasiswa benar-benar mengetahui kondisi dan keadaan masyarakat di desa. Jangan hanya melihat dari data, tetapi rasakan langsung bagaimana kehidupan masyarakat sehingga nanti lahir solusi yang tepat dan bermanfaat," ujar Gus Fawait.
Ia juga mengajak seluruh peserta KKN untuk turut berperan aktif mengawal program-program pemerintah agar tepat sasaran. Salah satunya dengan melaporkan apabila menemukan warga miskin yang seharusnya menerima bantuan, namun belum mendapatkan haknya.
"Kalau di lapangan menemukan masyarakat desil 1 atau desil 2 yang seharusnya mendapatkan bantuan tetapi belum menerima, atau ada bantuan yang tidak tepat sasaran, silakan laporkan melalui WADUL GUSE. Jangan takut menyampaikan fakta di lapangan. Pemerintah membutuhkan masukan dari mahasiswa agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik," tegasnya.
Selain itu, Gus Fawait juga berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian di desa. Ia menilai sikap, perilaku, serta etika mahasiswa akan menjadi cerminan kualitas perguruan tinggi yang mereka wakili.
"Jaga almamater perguruan tinggi masing-masing. Tunjukkan sikap yang santun, mampu bekerja sama dengan masyarakat, dan berikan kontribusi terbaik. Pemerintah Kabupaten Jember akan selalu mendukung seluruh perguruan tinggi yang berkolaborasi membangun daerah," katanya yang disambut tepuk tangan peserta.
Mengusung tema "Cinta Desa", KKN Kolaboratif tahun ini diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan ekonomi, pendidikan, lingkungan, kesehatan, digitalisasi desa, hingga penguatan kapasitas masyarakat.
Kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan KKN tahun ini. Dengan latar belakang keilmuan yang beragam, mahasiswa diharapkan mampu saling melengkapi sehingga menghasilkan program kerja yang lebih efektif dan berdampak luas bagi masyarakat desa.
Semangat tersebut juga dirasakan oleh Aura Febi Nurdiana, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember (UNEJ) yang menjadi salah satu peserta KKN Kolaboratif. Ia mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat karena menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus belajar langsung dari kehidupan masyarakat.
Aura menjelaskan bahwa kelompoknya telah menyiapkan program unggulan berupa Bank Sampah yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi dari limbah rumah tangga.
"Saya sangat bersemangat mengikuti KKN Kolaboratif Cinta Desa ini. Kami ingin menghadirkan program Bank Sampah agar masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi dari sampah yang dipilah dan dikelola dengan baik. Harapannya, program ini bisa terus berjalan meskipun masa KKN telah selesai," ujar Aura.
Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi tantangan di banyak desa sehingga diperlukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Ia berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi pelaksana program sementara, tetapi mampu membangun kebiasaan baru yang terus dilanjutkan oleh warga setelah KKN berakhir.
Pelaksanaan KKN Kolaboratif juga menjadi bentuk sinergi nyata antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi dalam mewujudkan pembangunan yang berbasis partisipasi masyarakat. Mahasiswa tidak hanya dituntut memberikan solusi, tetapi juga belajar memahami dinamika sosial, budaya, ekonomi, dan potensi desa secara langsung.
Di akhir kegiatan, Bupati Jember secara simbolis melepas keberangkatan para peserta menuju lokasi KKN masing-masing. Sorak semangat dan tepuk tangan mengiringi momen pelepasan yang menjadi awal perjalanan pengabdian ribuan mahasiswa di berbagai desa di Kabupaten Jember.
Dengan semangat Cinta Desa, para mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan inovasi, memperkuat kolaborasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui pengabdian tersebut, KKN bukan hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran kehidupan yang membentuk karakter, kepedulian sosial, serta jiwa kepemimpinan generasi muda Indonesia. (hz)