DPRKPLH Jember Ajak 180 Siswa PAUD Terpadu Aisyiyah Jadi “Penyelamat Bumi”
- 30 September 2026
- Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
DPRKPLH Jember Ajak 180 Siswa PAUD Terpadu Aisyiyah Jadi “Penyelamat Bumi”
JEMBER, 29 SEPTEMBER 2026 – Pagi itu, Selasa, 29 September 2026, suasana di PAUD Terpadu Aisyiyah Jember terlihat berbeda. Sekitar 180 siswa mengikuti kegiatan yang tidak hanya mengajak mereka belajar, tetapi juga mengenal cara sederhana untuk menjaga bumi sejak usia dini.
Melalui kegiatan bertema “Penyelamat Bumi”, DPRKPLH Kabupaten Jember hadir memberikan sosialisasi dan pendalaman materi tentang pemilahan sampah dan 3R. Materi disampaikan oleh Mentik Diyah Andayani, S.H., dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Jember.
Kegiatan dimulai pukul 08.15 WIB. Di hadapan para siswa, Mentik mengajak peserta mengenal sampah dari hal yang paling dekat dengan keseharian mereka. Sampah yang selama ini sering dianggap sebagai sesuatu yang harus segera dibuang, diperkenalkan sebagai sesuatu yang masih bisa dipilah, dikurangi, digunakan kembali, maupun didaur ulang.
Dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan dunia anak-anak, pesan tentang 3R atau Reduce, Reuse, dan Recycle disampaikan sebagai kebiasaan kecil yang bisa dilakukan setiap hari. Mulai dari membawa tempat minum sendiri, menggunakan barang yang masih layak, hingga membuang sampah sesuai jenisnya.
Dalam penyampaiannya, Mentik juga menekankan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tugas petugas kebersihan. Setiap orang memiliki peran, termasuk anak-anak. Dengan mengenalkan jenis sampah dan kebiasaan memilah sejak dini, mereka dapat memahami bahwa sampah yang dikelola dengan benar dapat mengurangi beban lingkungan sekaligus membuka peluang pemanfaatan kembali.
Antusiasme peserta menjadi bagian menarik dari kegiatan. Materi yang dikemas dekat dengan aktivitas sehari-hari membuat pesan lingkungan terasa lebih mudah diterima dan diingat oleh anak-anak dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten bersama.
Bagi DPRKPLH Jember, edukasi lingkungan di sekolah menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan baik sejak dini. Anak-anak bukan hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi pengingat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Mentik Diyah Andayani, S.H. menyampaikan, “Anak-anak adalah bagian penting dalam menjaga lingkungan. Kalau sejak dini mereka sudah terbiasa memilah dan mengurangi sampah, kebiasaan baik itu bisa terus terbawa sampai mereka dewasa. Harapannya, apa yang dipelajari hari ini bisa dipraktikkan di sekolah, di rumah, dan di lingkungan sekitar.”
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi DPRKPLH Jember untuk terus memperluas edukasi pengelolaan sampah melalui pendekatan yang mudah dipahami dan menyenangkan. Dari lingkungan sekolah, kesadaran itu diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan bersama.
Sebab, menjaga bumi tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Dari satu anak yang belajar memilah sampah, satu kebiasaan baik bisa tumbuh dan menular kepada banyak orang. (SLT)