logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Hari Kelima Pencarian, Korban Terseret Ombak di Pantai Payangan Ditemukan Meninggal Dunia

  • 04 Mei 2026
  • Dibaca 224 Kali
Bagikan Via:
hari-kelima-pencarian-korban-terseret-ombak-di-pantai-payangan-ditemukan-meninggal-dunia-20260504

Hari Kelima Pencarian, Korban Terseret Ombak di Pantai Payangan Ditemukan Meninggal Dunia

JEMBER, 04 MEI 2026 – Operasi pencarian terhadap korban hilang terseret ombak di kawasan Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, akhirnya membuahkan hasil pada hari kelima pelaksanaan, Minggu 3 Mei 2026. Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia (MD) setelah dilakukan penyisiran intensif di sepanjang perairan selatan Jember.

Korban diketahui bernama Moh Ali Makrus (33), warga Dusun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan. Ia sebelumnya dilaporkan hilang sejak Selasa, 28 April 2026, saat sedang memancing bersama dua rekannya di area belakang Bukit Teluk Love, Pantai Payangan.

Berdasarkan kronologi kejadian, saat itu kondisi ombak mulai membesar. Dua rekan korban sempat mengajak untuk segera meninggalkan lokasi dengan cara melompat ke area yang lebih aman. Namun, korban tidak sempat menyelamatkan diri dan justru tersapu ombak besar dari arah belakang hingga terjatuh ke depan. Meski sempat berusaha ditolong oleh rekannya, derasnya arus laut membuat korban terseret dan hilang.

Sejak laporan diterima, operasi pencarian langsung dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Jember, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, TNI, Polri, relawan, serta unsur lainnya. Pada hari kelima pencarian, tim memulai kegiatan dengan apel pagi pukul 08.00 WIB untuk pembagian sektor pencarian (SRU).

Dua tim utama diterjunkan dalam operasi tersebut. Tim pertama melakukan penyisiran laut menggunakan perahu LCR Basarnas di sepanjang garis pantai Papuma, Watu Ulo, hingga Payangan. Sementara tim kedua melakukan pencarian serupa menggunakan perahu LCR milik BPBD di jalur yang sama.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 10.50 WIB. Korban ditemukan pada jarak kurang lebih 200 meter dari titik awal kejadian, dalam kondisi tersangkut di batu karang. Tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi menggunakan perahu dan membawa jenazah ke Puskesmas Ambulu sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Meski operasi berjalan sesuai prosedur, tim menghadapi kendala berupa kondisi ombak yang cukup tinggi di kawasan Pantai Payangan. Hal ini sempat menyulitkan proses pencarian sejak hari pertama.

Didi Teguh Dwi Santoso, S.Sos., anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember, menyampaikan bahwa keberhasilan operasi ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor yang solid. “Pencarian ini melibatkan banyak unsur, mulai dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, hingga relawan. Koordinasi yang baik menjadi kunci utama hingga korban akhirnya berhasil ditemukan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi alam menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian. “Gelombang tinggi di kawasan selatan Jember cukup menyulitkan tim di lapangan. Namun kami tetap mengedepankan keselamatan personel dalam setiap proses pencarian,” tambahnya.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan disertai ucapan terima kasih atas dedikasi dan kerja sama selama proses pencarian.

Pihak BPBD Kabupaten Jember mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama saat kondisi cuaca dan gelombang laut tidak bersahabat. Aktivitas seperti memancing di area rawan diharapkan dilakukan dengan memperhatikan keselamatan dan informasi cuaca terkini.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa potensi bahaya di wilayah pesisir selatan Jember cukup tinggi, sehingga diperlukan kehati-hatian ekstra demi menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Galeri Foto