logo ppid jember kim
Oleh : Bagian Tata Pemerintahan

Kirab Ancak Agung Jember 2026, Tradisi Religi dan Budaya yang Satukan Masyarakat

  • 22 Agustus 2026
  • Dibaca 15 Kali
Bagikan Via:
kirab-ancak-agung-jember-2026-tradisi-religi-dan-budaya-yang-satukan-masyarakat-20260823

Kirab Ancak Agung Jember 2026, Tradisi Religi dan Budaya yang Satukan Masyarakat

JEMBER, 22 AGUSTUS 2026 – Suasana Kabupaten Jember berlangsung semarak dengan digelarnya Kirab Ancak Agung 2026 pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Tradisi tahunan religi dan budaya ini kembali diselenggarakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kirab dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. Kehadiran dan keterlibatan orang nomor satu di Jember tersebut membawa pesan kuat tentang kebersamaan, rasa syukur, pelestarian budaya daerah, serta semangat gotong royong membangun daerah.

Mengambil rute dari kawasan Jalan Gajah Mada hingga Alun-Alun Jember, arak-arakan berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai unsur seni dan budaya lokal. Antusiasme peserta serta warga yang memadati sepanjang jalan meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Ancak Agung bukan sekadar kegiatan seremonial semata. Festival ini merupakan langkah nyata melestarikan tradisi lokal sekaligus memperkuat ukhuwah dan persatuan warga. Nilai keagamaan dalam peringatan Maulid Nabi dipadukan secara harmonis dengan kekayaan budaya daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait ini menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk merefleksikan nilai religi dan kebangsaan. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memanjatkan doa bersama demi keselamatan, keberkahan, dan kesejahteraan bangsa.

Kesuksesan ajang ini tak lepas dari sinergi lintas perangkat daerah. Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, misalnya, aktif mendukung teknis dan pelaksanaan guna memastikan acara berskala besar ini berjalan tertib dan lancar.

"Acara ini sebagai bentuk rasa syukur kita dan juga upaya melestarikan budaya leluhur," ujar Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Rachman Hidayat, S.Sos.

Lebih dari sekadar parade gunungan hasil bumi, Kirab Ancak Agung 2026 menjadi simbol harmoni antara nilai religi, budaya, dan semangat kebangsaan. Tradisi ini diharapkan dapat terus dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang. (zee)

Galeri Foto