Korban Hilang di Sungai Garahan Ditemukan Meninggal pada Hari Kelima Pencarian
- 30 April 2026
- Dibaca 254 Kali
Bagikan Via:
Korban Hilang di Sungai Garahan Ditemukan Meninggal pada Hari Kelima Pencarian
JEMBER, 30 APRIL 2026 - Operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang terseret arus di Sungai Garahan, Dusun Krajan, Desa Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, akhirnya membuahkan hasil. Pada hari kelima pencarian, Kamis 30 April 2026, korban bernama Buyang (44) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Tim Reaksi Cepat BPBD Jember, Juan Hadi Cahya, mengatakan bahwa korban ditemukan sekitar pukul 13.50 WIB setelah adanya laporan warga yang melihat sesosok jenazah tersangkut di aliran sungai.
“Korban ditemukan dalam kondisi tersangkut di antara tumpukan sampah kayu dan bambu di Sungai Garahan. Warga yang mengetahui langsung melaporkan kepada perangkat desa dan dilakukan evakuasi bersama tim gabungan,” ujar Juan saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang sejak Minggu 26 April 2026 setelah berpamitan pergi ke sungai di belakang Depot Garahan Asri sekitar pukul 14.00 WIB. Namun hingga sore hari, korban tidak kembali ke rumah sehingga keluarga bersama warga melakukan pencarian di sekitar lokasi.
Di tempat kejadian perkara, warga menemukan sejumlah barang pribadi milik korban di tepi sungai, seperti pakaian, sandal, handuk, serta tas berisi telepon genggam. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi yang diduga kambuh saat berada di sungai.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Jember, Basarnas Pos SAR Jember, Polsek dan Koramil Silo, PMI, serta sejumlah relawan seperti Faji, Siluman Rescue, SAR OPA, Relawan Gumitir, dan Jember Bergerak. Proses pencarian dilakukan dengan penyisiran di sepanjang aliran sungai serta pemantauan intensif di titik-titik rawan.
Setelah ditemukan, jenazah korban sempat dibawa ke rumah duka. Namun karena pihak keluarga tidak sanggup melakukan proses pemandian jenazah, korban kemudian dibawa ke RSU dr. Soebandi Jember untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Juan menambahkan, pihaknya akan mengusulkan pemberian bantuan logistik kepada keluarga korban sebagai bentuk dukungan pascakejadian. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat kondisi cuaca hujan yang dapat meningkatkan debit air.
“Keselamatan menjadi hal utama. Kami mengingatkan warga untuk tidak beraktivitas sendiri di sungai dan selalu memperhatikan kondisi kesehatan serta cuaca,” katanya. (tgh)