Pemkab Jember Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Brawijaya, Dorong KKN Mahasiswa Hadir di Tengah Masyarakat
- 26 Agustus 2026
- Dibaca 26 Kali
Bagikan Via:
Pemkab Jember Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Brawijaya, Dorong KKN Mahasiswa Hadir di Tengah Masyarakat
JEMBER, 26 AGUSTUS 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember terus memperluas jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi sebagai bagian dari strategi memperkuat pembangunan daerah dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui audiensi dan koordinasi dengan Universitas Brawijaya (UB) Malang, Rabu 26 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Layanan Bersama Universitas Brawijaya Malang itu menjadi momentum untuk membangun komunikasi awal sekaligus menjajaki peluang sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jember dan perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi daerah.
Dalam audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember diwakili Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember yang dipimpin Sekretaris Bakesbangpol Jember, Poerwahjoedi, S.E., M.M., bersama jajaran sekretariat. Sementara dari Universitas Brawijaya, kegiatan dihadiri Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Brawijaya Prof. Luchman Hakim, S.Si., M.Agr.Sc., Ph.D., beserta jajaran terkait.
Pertemuan diawali dengan perkenalan dan penyampaian gambaran umum mengenai Kabupaten Jember. Pemerintah Kabupaten Jember memaparkan berbagai potensi dan karakteristik wilayah, mulai dari kondisi sosial kemasyarakatan, pendidikan, ekonomi, pertanian, UMKM, hingga berbagai program pembangunan yang tengah dan akan dilaksanakan.
Kabupaten Jember yang memiliki wilayah luas dengan karakter masyarakat dan potensi daerah yang beragam dinilai memiliki ruang yang besar bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi. Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat maupun berbagai aktivitas mahasiswa yang selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Salah satu pembahasan utama dalam audiensi adalah penjajakan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Brawijaya di Kabupaten Jember. Pemerintah Kabupaten Jember menyampaikan harapan agar UB dapat mempertimbangkan Jember sebagai salah satu lokasi pelaksanaan KKN mahasiswa.
Kehadiran mahasiswa KKN di tengah masyarakat diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Mahasiswa dapat berperan melalui transfer pengetahuan, pendampingan masyarakat, pengembangan inovasi, pemanfaatan potensi desa, serta membantu mengidentifikasi dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di tingkat lokal.
“Kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah. Dengan hadirnya mahasiswa di tengah masyarakat, akan terjadi pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Sekretaris Bakesbangpol Kabupaten Jember, Poerwahjoedi.
Menurutnya, Kabupaten Jember memiliki banyak desa dengan potensi yang dapat dikembangkan sekaligus membutuhkan pendampingan dalam berbagai sektor. Karena itu, sinergi dengan Universitas Brawijaya diharapkan dapat menjadi salah satu pengungkit pemberdayaan masyarakat.
“Jember memiliki banyak potensi, baik di bidang pertanian, UMKM, pendidikan maupun sosial kemasyarakatan. Kami berharap potensi tersebut dapat dikolaborasikan dengan keilmuan yang dimiliki perguruan tinggi sehingga menghasilkan program yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata,” lanjutnya.
Pemerintah Kabupaten Jember pada prinsipnya menyatakan siap memfasilitasi koordinasi lebih lanjut apabila Universitas Brawijaya berkenan menjadikan Kabupaten Jember sebagai salah satu lokasi KKN. Fasilitasi tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan perangkat daerah maupun pihak terkait untuk memastikan pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan ketentuan yang berlaku.
Dari audiensi tersebut, kedua pihak berhasil membangun komunikasi dan koordinasi awal. Universitas Brawijaya juga memperoleh gambaran mengenai kondisi, potensi, serta kebutuhan pembangunan Kabupaten Jember yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan kerja sama ke depan.
Selain KKN, peluang kolaborasi juga terbuka dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pemberdayaan masyarakat. Kerja sama diharapkan dapat dikembangkan secara lebih luas sehingga tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menjadi hubungan kelembagaan yang berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Jember akan melakukan koordinasi teknis bersama Universitas Brawijaya untuk membahas kemungkinan bentuk kerja sama, mekanisme pelaksanaan, lokasi, serta kebutuhan kegiatan. Apabila terdapat kesepakatan terkait pelaksanaan KKN, selanjutnya akan dilakukan pemetaan desa atau wilayah yang memiliki potensi sekaligus kebutuhan pendampingan mahasiswa.
Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan keberadaan mahasiswa KKN benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu mendukung program pembangunan daerah.
Audiensi Pemerintah Kabupaten Jember dengan Universitas Brawijaya menjadi bagian dari upaya membangun model kolaborasi pemerintah daerah dan perguruan tinggi yang lebih konkret. Melalui sinergi lintas sektor tersebut, kekuatan akademik diharapkan dapat dipadukan dengan kebutuhan pembangunan di lapangan.
Dengan terbangunnya kerja sama yang berkelanjutan, Universitas Brawijaya diharapkan dapat turut mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Jember. Tidak hanya melalui kehadiran mahasiswa KKN, tetapi juga melalui pengembangan inovasi, peningkatan kapasitas masyarakat, penelitian yang aplikatif, serta berbagai bentuk pengabdian yang mampu memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Jember. (but)