logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumberjambe

Program Unggulan Bupati Harus Dipahami ASN hingga Tingkat Kecamatan

  • 22 September 2026
  • Dibaca 13 Kali
Bagikan Via:
program-unggulan-bupati-harus-dipahami-asn-hingga-tingkat-kecamatan-20260923

Program Unggulan Bupati Harus Dipahami ASN hingga Tingkat Kecamatan

JEMBER, 22 SEPTEMBER 2026 – Apel pagi di Kecamatan Sumberjambe, Senin 21 September 2026, menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman seluruh aparatur terhadap berbagai program unggulan Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. Aparatur Sipil Negara (ASN) dan staf didorong tidak hanya memahami tugas kedinasan, tetapi juga mampu menjadi sumber informasi yang lengkap bagi masyarakat mengenai berbagai layanan pemerintah.

Apel dipimpin Suharyatik, S.E., Plh. Kasubag Umum dan Kepegawaian. Arahan tersebut disampaikan di tengah agenda tim kecamatan dan unsur Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang pada hari yang sama turun ke lapangan untuk menyalurkan bantuan dari Bupati Jember melalui Dinas Sosial Kabupaten Jember.

Suharyatik menekankan bahwa aparatur di tingkat kecamatan merupakan salah satu pihak yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, setiap ASN dan staf perlu memahami program pemerintah secara menyeluruh, bukan sekadar mengetahui nama program, tetapi juga memahami tujuan, sasaran, manfaat, serta bagaimana masyarakat dapat memperoleh layanan tersebut.

“Jangan sampai kita sebagai aparatur hanya mengetahui nama program, tetapi ketika masyarakat bertanya kita tidak bisa memberikan penjelasan. Kita harus memahami program pemerintah secara utuh karena kebutuhan masyarakat berbeda-beda. Ada yang membutuhkan pelayanan kesehatan, bantuan sosial, administrasi kependudukan, pendidikan, atau dukungan lainnya. Kita harus mampu memberikan informasi yang benar dan mengarahkan masyarakat kepada layanan yang sesuai,” ujar Suharyatik.

Menurutnya, penguasaan informasi menjadi bagian dari pelayanan publik. Masyarakat yang datang ke kantor kecamatan tidak selalu mengetahui perangkat daerah atau program yang dapat membantu menyelesaikan persoalan mereka. Dalam kondisi tersebut, ASN dan staf diharapkan mampu menjadi penghubung awal antara masyarakat dengan pemerintah.

Sejumlah program yang perlu dipahami jajaran kecamatan di antaranya UHC Prioritas yang berkaitan dengan akses pelayanan kesehatan masyarakat. Ada pula Home Care yang menghadirkan pelayanan kesehatan langsung ke rumah warga yang membutuhkan, terutama kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat dengan kondisi tertentu.

Pada sektor administrasi kependudukan, terdapat Peta Cinta atau Pelayanan Tuntas Cetak KTP di Kecamatan. Program ini mendekatkan pelayanan pencetakan KTP-el kepada masyarakat melalui kecamatan. Dengan demikian, masyarakat memiliki akses pelayanan yang lebih dekat tanpa harus selalu menuju pusat pelayanan di tingkat kabupaten.

Selain itu, aparatur juga perlu mengetahui program Bunga Desaku atau Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan, Mlijo Cinta, Beasiswa Cinta Bergema, bantuan listrik gratis, serta rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Berbagai program tersebut menyentuh kebutuhan masyarakat dari sisi pelayanan pemerintahan, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga kebutuhan dasar.

Camat Sumberjambe Faroek mengatakan, pemahaman terhadap program pemerintah harus berjalan beriringan dengan kepekaan terhadap kondisi masyarakat. Menurutnya, aparatur yang setiap hari berinteraksi dengan warga memiliki kesempatan untuk mengenali persoalan masyarakat secara lebih cepat.

“Teman-teman di kecamatan harus tahu program pemerintah dan harus bisa menjelaskannya dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Tetapi jangan berhenti pada pengetahuan saja. Kita juga harus peka. Ketika ada warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, kita harus tahu harus diarahkan ke mana. Ketika ada warga yang membutuhkan bantuan sosial atau pelayanan administrasi, kita juga harus mampu memberikan informasi yang tepat,” kata Faroek.

Ia menambahkan, pemahaman yang menyeluruh akan membuat aparatur tidak sekadar menjadi pelaksana administrasi, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

“Jadi ketika kita berada di tengah masyarakat, kita membawa informasi tentang apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk mereka. Kalau masyarakat mengetahui program yang tersedia dan tahu cara mengaksesnya, pelayanan akan lebih mudah. Karena itu, saya berharap seluruh jajaran terus belajar dan memahami program-program yang ada,” ujarnya.

Arahan tersebut juga berkaitan langsung dengan aktivitas tim Kecamatan Sumberjambe pada hari yang sama. Usai apel, tim bersama unsur PMKS bergerak ke sejumlah desa untuk menyalurkan bantuan Bupati Jember yang disalurkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Jember.

Dalam kegiatan lapangan tersebut, aparatur tidak hanya menyerahkan bantuan berupa kebutuhan dasar seperti sembako, mi, sandang, dan kasur, tetapi juga berkesempatan melihat kondisi warga secara langsung. Interaksi tersebut menjadi ruang bagi pemerintah untuk mengetahui kebutuhan lain yang mungkin memerlukan tindak lanjut.

Melalui apel pagi, Kecamatan Sumberjambe mendorong agar seluruh ASN dan staf memiliki pemahaman yang lebih menyeluruh terhadap program Pemerintah Kabupaten Jember. Dengan begitu, aparatur diharapkan dapat menjadi penghubung informasi yang aktif, sehingga berbagai program unggulan Bupati Jember benar-benar diketahui dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan. (wd)

Galeri Foto