logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Jelbuk

Rembug Stunting Desa Jelbuk Jadi Langkah Awal Penyusunan RKPDes 2027

  • 12 Agustus 2026
  • Dibaca 8 Kali
Bagikan Via:
rembug-stunting-desa-jelbuk-jadi-langkah-awal-penyusunan-rkpdes-2027-20260812

Rembug Stunting Desa Jelbuk Jadi Langkah Awal Penyusunan RKPDes 2027

JEMBER, 12 AGUSTUS 2026  – Pemerintah Desa Jelbuk, Kecamatan Jelbuk, menggelar Rembug Stunting dalam rangka pencegahan dan penurunan stunting tingkat desa, Selasa 11 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Desa Jelbuk tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027.

Rembug Stunting dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Jelbuk Bawa Wicaksono A., S.TP., Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kecamatan Jelbuk Kukuh Hidayat, jajaran Pemerintah Desa Jelbuk, kader posyandu, bidan desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta unsur terkait lainnya.

Forum tersebut menjadi ruang bersama untuk membahas berbagai upaya strategis dalam mencegah dan menekan angka stunting di tingkat desa. Selain membahas kondisi dan kebutuhan masyarakat, kegiatan juga diarahkan untuk memastikan program penanganan stunting dapat menjadi bagian dari perencanaan pembangunan desa pada 2027.

Plt. Camat Jelbuk, Bawa Wicaksono A., S.TP., menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, bukan hanya pemerintah desa maupun tenaga kesehatan.

“Pencegahan stunting harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Pemerintah desa, kader posyandu, bidan desa, keluarga, serta seluruh unsur masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi, pelayanan kesehatan, dan pola pengasuhan yang baik,” ujar Bawa.

Menurutnya, Rembug Stunting juga penting untuk memastikan perencanaan pembangunan desa benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat. Program yang disepakati diharapkan tidak berhenti pada kegiatan administratif, tetapi memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Kasi PMKS Kecamatan Jelbuk, Kukuh Hidayat, menyampaikan bahwa pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini dan melibatkan keluarga sebagai bagian utama.

“Penanganan stunting tidak bisa hanya dilakukan ketika anak sudah mengalami masalah pertumbuhan. Pencegahan harus dimulai sejak masa kehamilan, melalui pemantauan kesehatan ibu, pemenuhan gizi, pemeriksaan rutin, hingga pemantauan tumbuh kembang anak,” kata Kukuh.

Ia juga mendorong agar kader posyandu dan tenaga kesehatan terus memperkuat edukasi kepada masyarakat. Data dan hasil pemantauan di lapangan, menurutnya, perlu menjadi dasar dalam menentukan prioritas program desa.

Penjabat (Pj.) Kepala Desa Jelbuk, Hendro Handoko mengatakan, Pemerintah Desa Jelbuk berkomitmen menjadikan pencegahan dan penurunan stunting sebagai salah satu perhatian dalam perencanaan pembangunan desa.

“Melalui Rembug Stunting ini, kami ingin menyatukan langkah dan menyusun program yang benar-benar sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat. Hasil pembahasan akan menjadi salah satu bahan dalam penyusunan RKPDes Tahun 2027,” ujar Hendro.

Hendro menambahkan, kolaborasi antara pemerintah desa, kader posyandu, bidan desa, BPD, serta masyarakat menjadi kunci agar program pencegahan stunting dapat berjalan secara berkesinambungan.

Rembug Stunting tersebut selanjutnya diharapkan menghasilkan rumusan program dan kegiatan yang dapat mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, penguatan pelayanan posyandu, serta edukasi kepada keluarga.

Dengan adanya forum tersebut, Pemerintah Desa Jelbuk menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting tidak hanya menjadi agenda sektor kesehatan, tetapi juga bagian dari pembangunan desa secara menyeluruh. Hasil rembug akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan RKPDes 2027 agar perencanaan pembangunan lebih tepat sasaran dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. (ama)

Galeri Foto