logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Jelbuk

Tak Bisa ke Puskesmas, Layanan Kesehatan yang Datang ke Rumah

  • 11 September 2026
  • Dibaca 13 Kali
Bagikan Via:
tak-bisa-ke-puskesmas-layanan-kesehatan-yang-datang-ke-rumah-20260912

Tak Bisa ke Puskesmas, Layanan Kesehatan yang Datang ke Rumah

JEMBER, 11 SEPTEMBER 2026 – Bagi sebagian warga, datang ke fasilitas kesehatan bukan perkara sederhana. Usia lanjut, kondisi disabilitas, kehamilan berisiko, hingga akses geografis bisa menjadi penghalang. Karena itu, pelayanan kesehatan di Kecamatan Jelbuk mengambil arah sebaliknya: bukan menunggu warga datang, tetapi mendatangi mereka.

Semangat tersebut terlihat dalam pelaksanaan layanan Home Care di Kecamatan Jelbuk, Jumat 11 September 2026. Camat Jelbuk Ajib, S.IP., turun langsung mendampingi Tim Puskesmas Jelbuk bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember Akhmad Helmi Luqman.

Rombongan menyisir sedikitnya empat hingga lima titik sasaran. Fokus kunjungan diarahkan kepada kelompok rentan yang membutuhkan pemantauan lebih dekat, mulai lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas mental, hingga ibu hamil dengan risiko tinggi (resti).

Bagi Kecamatan Jelbuk, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda lapangan. Kehadiran pemerintah di rumah warga menjadi bagian dari upaya memastikan tidak ada kelompok rentan yang luput dari perhatian pelayanan publik.

Camat Jelbuk Ajib, S.IP., mengatakan, Home Care menjadi bentuk pelayanan yang lebih dekat dengan kondisi riil masyarakat. Pemerintah, kata dia, perlu mengetahui langsung persoalan yang dihadapi warga sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih tepat.

“Pelayanan itu bukan hanya ketika masyarakat datang ke kantor atau fasilitas kesehatan. Kami ingin hadir langsung, melihat kondisi warga, kemudian memastikan ada tindak lanjut bersama Puskesmas, pemerintah desa, dan unsur terkait,” ujar Ajib.

Menurut Ajib, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam pelaksanaan Home Care. Kecamatan tidak dapat bekerja sendiri, terlebih ketika berhadapan dengan warga yang membutuhkan penanganan kesehatan sekaligus dukungan sosial dan akses menuju fasilitas kesehatan.

Kepala Diskominfo Kabupaten Jember Akhmad Helmi Luqman menyebut kunjungan kali ini merupakan tahap kedua pelaksanaan Home Care yang difokuskan di sekitar kawasan pusat Jelbuk. Tahap berikutnya akan diarahkan ke wilayah yang lebih terpencil.

“Hari ini kami menyisir beberapa lokasi warga yang membutuhkan penanganan khusus, mulai lansia, warga dengan disabilitas mental, hingga ibu hamil risiko tinggi. Salah satunya adalah ibu yang sedang mengandung anak keempat. Harapannya, proses persalinannya nanti bisa berjalan lancar dan selamat,” kata Helmi.

Salah satu perhatian utama dalam pelayanan tersebut adalah ibu hamil risiko tinggi. Pemantauan sejak dini dinilai penting untuk mengantisipasi kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, terlebih bagi warga yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan.

Kepala Puskesmas Jelbuk Marchus Rovida mengatakan, tantangan pelayanan tidak hanya berkaitan dengan kondisi medis, tetapi juga akses. Sejumlah warga tinggal di lokasi yang tidak mudah dijangkau kendaraan roda empat.

Karena itu, Puskesmas bersama masyarakat telah menyiapkan skema antisipasi. Dalam kondisi darurat, pasien atau ibu hamil dapat dievakuasi menggunakan tandu menuju titik yang dapat dijangkau kendaraan untuk kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan.

“Yang paling penting adalah jangan sampai kendala akses membuat penanganan terlambat. Kami bersama masyarakat sudah menyiapkan langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu ada warga yang membutuhkan evakuasi segera,” terang Marchus.

Persoalan akses juga mendorong Pemkab Jember menyiapkan rencana rumah singgah bagi warga dari wilayah pelosok. Fasilitas tersebut nantinya dapat dimanfaatkan pasien atau ibu hamil yang membutuhkan pemantauan lebih dekat menjelang persalinan.

Helmi mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Camat Jelbuk dan Dinas Sosial untuk menjajaki pemanfaatan rumah warga yang kosong sebagai rumah singgah sementara.

“Langkah ini penting agar warga dari daerah jauh tidak perlu bolak-balik saat mendekati waktu persalinan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Helmi juga menyampaikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan dan Tim Puskesmas Jelbuk yang terus menjaga ritme pelayanan di lapangan.

Mewakili Bupati Jember Gus Fawait, ia menekankan bahwa inti pelayanan publik bukan sekadar penghargaan atau seremoni. Lebih dari itu, pelayanan harus berangkat dari keikhlasan dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Penghargaan itu hanya simbol. Yang paling utama adalah hakikat pelayanan itu sendiri, bagaimana kita hadir melayani masyarakat dengan niat ibadah,” pungkas Helmi.

Bagi Kecamatan Jelbuk, Home Care menjadi pengingat bahwa ukuran pelayanan bukan hanya seberapa banyak warga yang datang ke fasilitas kesehatan. Namun, juga seberapa jauh pemerintah mampu menjangkau mereka yang justru paling sulit datang.

Dari rumah ke rumah, layanan itu bergerak. Menemukan warga yang membutuhkan, memantau kondisinya, dan memastikan ada langkah lanjutan. Sebab, bagi warga yang paling rentan, terkadang yang dibutuhkan bukan sekadar fasilitas, melainkan pemerintah yang mau datang dan memastikan mereka tidak berjalan sendiri. (ama)

Galeri Foto