logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Ada yang Tersisa dari Semangat Keluarga Dispendik Jember Meriahkan Tajemtra 2026

  • 07 September 2026
  • Dibaca 41 Kali
Bagikan Via:
ada-yang-tersisa-dari-semangat-keluarga-dispendik-jember-meriahkan-tajemtra-2026-20260914

Ada yang Tersisa dari Semangat Keluarga Dispendik Jember Meriahkan Tajemtra 2026

JEMBER, 14 SEPTEMBER 2026– Riuh Tajemtra 2026 memang telah usai. Ribuan langkah yang memenuhi rute gerak jalan tradisional Kabupaten Jember pada Sabtu (5/9/2026) kini tinggal menjadi kenangan. Namun, bagi keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, ada sesuatu yang masih tersisa setelah kegiatan itu berakhir: semangat kebersamaan.

Kehadiran keluarga besar Dispendik Jember dalam Tajemtra 2026 bukan sekadar tentang mengenakan seragam bersama, berjalan dalam satu barisan, lalu menyelesaikan rute hingga garis finis.

Lebih dari itu, momentum tersebut meninggalkan pengalaman tentang bagaimana kebersamaan dapat dibangun melalui hal sederhana. Berjalan bersama, bercengkerama dengan rekan kerja, dan menikmati suasana Jember dari sisi yang berbeda menjadi bagian dari cerita yang dibawa pulang oleh para peserta.

Tajemtra 2026 sendiri menjadi salah satu momentum yang memperlihatkan besarnya antusiasme masyarakat Jember terhadap kegiatan bersama. Tahun ini, jumlah peserta disebut mencapai 25.613 orang, menjadikannya salah satu catatan penting dalam perjalanan Tajemtra.

Bagi keluarga besar Dispendik Jember, berada di tengah puluhan ribu peserta memberikan pengalaman tersendiri. Aktivitas yang biasanya berlangsung di balik meja pelayanan pendidikan sejenak berganti menjadi perjalanan panjang bersama.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, menilai pengalaman tersebut memiliki makna yang lebih jauh dibanding sekadar aktivitas olahraga.

“Tajemtra bukan hanya tentang berjalan dari titik awal sampai garis akhir, tetapi juga tentang kebersamaan, kesehatan dan semangat untuk terus bergerak. Kami dari keluarga besar Dispendik Jember tentu bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan ini,” ujar Nurul Hafid Yasin.

Kalimat tersebut seolah menggambarkan apa yang tersisa setelah Tajemtra selesai. Ada kebugaran yang dirasakan, ada interaksi yang semakin cair, tetapi yang paling penting adalah munculnya pengalaman bersama di antara sesama karyawan.

Salah satu peserta, Fattah, mengaku keikutsertaannya dalam Tajemtra 2026 meninggalkan kesan tersendiri.

Menurutnya, suasana Tajemtra tahun ini terasa berbeda karena besarnya jumlah peserta. Puluhan ribu orang berjalan dalam satu momentum yang sama, menciptakan pemandangan yang sulit ditemukan dalam kegiatan sehari-hari.

“Saya bangga bisa mengikuti kegiatan Tajemtra ahun ini. Apalagi peserta tahun ini menjadi yang terbanyak dalam sejarah kegiatan Tajemtra, dengan total mencapai 25.613 peserta. Ini menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat sangat luar biasa,” ungkap Fattah.

Bagi Fattah, pengalaman tersebut bukan hanya mengenai jarak yang harus ditempuh. Ada cerita di sepanjang perjalanan yang justru menjadi bagian menarik dari Tajemtra.

Seragam bernuansa biru dengan motif khas yang dikenakan bersama keluarga besar Dispendik Jember menjadi penanda kebersamaan. Tetapi, ketika semua sudah berjalan dalam satu barisan, seragam itu bukan lagi sekadar identitas.

Ia menjadi simbol bahwa dalam sebuah perjalanan panjang, setiap orang memiliki posisi yang sama-sama penting.

Yang menarik dari sebuah kegiatan seperti Tajemtra adalah apa yang terjadi setelah garis finis dilewati.

Semangat dan kebersamaan yang terbentuk tidak semestinya berhenti bersama selesainya rute. Justru, pengalaman berjalan bersama dapat dibawa kembali ke lingkungan kerja.

Di Dinas Pendidikan, kekompakan menjadi bagian penting dalam menjalankan pelayanan. Pekerjaan pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu orang atau satu bidang saja. Dibutuhkan komunikasi, koordinasi, dan kerja sama untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.

Dalam konteks itulah Tajemtra dapat dibaca sebagai sebuah pengalaman sederhana yang memiliki makna lebih besar.

Berjalan bersama selama beberapa kilometer mungkin terlihat ringan. Namun, ketika dilakukan oleh ribuan orang dengan latar belakang berbeda, kegiatan itu menunjukkan satu hal: kebersamaan mampu mengubah perjalanan menjadi pengalaman bersama.

Bagi keluarga besar Dispendik Jember, Tajemtra 2026 akhirnya bukan hanya cerita tentang siapa yang paling cepat sampai garis finis.

Ia menjadi cerita tentang kebersamaan, kesehatan, kekompakan, dan energi baru yang kemudian dibawa kembali ke tempat kerja.

Sebab, setelah seragam kembali disimpan dan suasana Tajemtra mulai berlalu, pekerjaan tetap menunggu.

Setidaknya, Tajemtra 2026 telah meninggalkan satu pesan sederhana bagi keluarga besar Dispendik Jember: perjalanan panjang akan terasa lebih ringan ketika ditempuh bersama.

Semangat itu pula yang diharapkan terus hidup dalam setiap langkah membangun pendidikan di Kabupaten Jember. (hz)

Galeri Foto