Hasil Rakor RT dan RW, Gerakan Pilah Sampah Mengakar di Sumbersari
- 03 Juli 2026
- Dibaca 29 Kali
Bagikan Via:
Hasil Rakor RT dan RW, Gerakan Pilah Sampah Mengakar di Sumbersari
JEMBER, 03 JULI 2026 – Rapat Koordinasi (Rakor) RT dan RW yang dilakukan Kelurahan Sumbersari beberapa waktu lalu membuahkan hasil manis, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah mandiri terus menunjukkan tren positif.
Antusiasme warga terlihat saat mereka berbondong - bondong membawa sampah yang telah dipilah dari rumah untuk disetorkan ke bank sampah. Gerakan tersebut menjadi bukti bahwa upaya membangun budaya peduli lingkungan mulai tumbuh kuat di tengah masyarakat Kelurahan Sumbersari.
Kegiatan yang melibatkan warga dari berbagai kalangan itu menjadi bagian dari penguatan gerakan Kupilah (Kurangi, Pilah dan Olah) yang terus didorong Pemerintah Kelurahan Sumbersari melalui RT dan RW setempat. Tidak hanya ibu rumah tangga, anak-anak hingga kaum muda juga tampak ikut berpartisipasi membawa sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, kertas, hingga logam yang masih memiliki nilai ekonomi.
Lurah Sumbersari, Bhatara Pragusta, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah mandiri berbasis lingkungan. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat merupakan kunci utama untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
"Semangat warga untuk memilah dan mengumpulkan sampah menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan semakin meningkat. Pemerintah Kelurahan Sumbersari akan terus mendukung gerakan ini agar menjadi kebiasaan yang berkelanjutan," ujarnya, Jumat, 03 Juli 2026.
Ia menjelaskan, sampah yang disetorkan warga bukan sekadar dibuang, melainkan memiliki nilai manfaat. Sampah anorganik akan dikelola melalui bank sampah sehingga memiliki nilai ekonomi, sedangkan sampah organik didorong untuk diolah menjadi kompos di tingkat rumah tangga. Dengan cara tersebut, volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir dapat ditekan secara signifikan.
Menurut Bhatara, keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara warga, pengurus RT dan RW, kader lingkungan, serta berbagai elemen masyarakat agar budaya memilah sampah benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Antusiasme warga yang terlihat dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa edukasi mengenai pemilahan sampah mandiri mulai membuahkan hasil. Masyarakat semakin memahami perbedaan sampah organik, anorganik, dan residu sehingga proses pengelolaan menjadi lebih efektif. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kebiasaan tersebut juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi warga melalui hasil penjualan sampah yang masih bernilai.
Gerakan pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat di Kelurahan Sumbersari sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengurangi persoalan sampah melalui penguatan pengelolaan dari sumbernya. Di tengah tantangan meningkatnya produksi sampah rumah tangga, keterlibatan aktif masyarakat dinilai menjadi salah satu solusi paling efektif untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Ke depan, Pemerintah Kelurahan Sumbersari berkomitmen terus memperluas edukasi, memperkuat keberadaan bank sampah, serta mendorong semakin banyak warga untuk ikut memilah dan menyetorkan sampah dari rumah. Dengan semakin tingginya partisipasi masyarakat, Sumbersari diharapkan mampu menjadi salah satu contoh kawasan yang berhasil membangun sistem pengelolaan sampah berbasis gotong royong dan kesadaran kolektif. (dan)