Kader Posyandu Sumberjambe Diperkuat Pengetahuan B2SA dan Olahan Pangan Lokal
- 09 September 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
Kader Posyandu Sumberjambe Diperkuat Pengetahuan B2SA dan Olahan Pangan Lokal
JEMBER, 9 September 2026 – Pelatihan ketahanan pangan Pokja 3 Kecamatan Sumberjambe digelar untuk meningkatkan pemahaman kader gizi Posyandu mengenai keamanan dan pengolahan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA), Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jember dan dihadiri Pengurus Pokja III PKK Kabupaten Jember.
Kegiatan ini diikuti oleh kader gizi yang selama ini berperan dalam pelayanan Posyandu di wilayah Kecamatan Sumberjambe. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi melalui pengolahan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Materi yang disampaikan menitikberatkan pada konsep B2SA sebagai salah satu prinsip penting dalam penyediaan makanan bagi keluarga. Peserta diberikan pemahaman bahwa makanan yang dikonsumsi sehari-hari tidak hanya harus mengenyangkan, tetapi juga perlu memenuhi unsur keberagaman, kecukupan gizi, keseimbangan, serta keamanan pangan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diajak melihat potensi pangan lokal yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Selain bahan pangan pokok seperti padi dan jagung, berbagai jenis umbi-umbian, termasuk talas dan ubi, dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan olahan pangan yang bernilai gizi.
Pemanfaatan pangan lokal tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar lebih optimal menggunakan lahan pekarangan. Tanah di sekitar rumah dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai tanaman pangan, sehingga selain membantu menyediakan bahan makanan bagi keluarga, juga dapat memperkuat ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga.
Penguatan kapasitas kader Posyandu menjadi penting karena kader memiliki posisi yang dekat dengan masyarakat. Melalui kader, pengetahuan mengenai pola konsumsi pangan yang sehat dapat disampaikan secara langsung kepada keluarga, terutama kepada orang tua yang memiliki anak balita.
Selain mendapatkan materi, kader gizi juga diberikan pembelajaran mengenai cara mengolah talas dan ubi menjadi makanan yang dapat dikonsumsi keluarga. Praktik pengolahan tersebut diarahkan agar bahan pangan lokal tidak hanya tersedia, tetapi dapat diolah secara menarik dengan tetap memperhatikan kandungan gizi dan keamanan pangan.
Upaya tersebut juga berkaitan dengan pencegahan stunting. Pemenuhan gizi yang cukup dan seimbang sejak masa pertumbuhan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan anak. Karena itu, pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh di lingkungan masyarakat diharapkan dapat membantu keluarga menyediakan makanan bergizi secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. terus mendorong penguatan ketahanan pangan yang berorientasi pada pemanfaatan potensi lokal dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Edukasi kepada kader menjadi salah satu langkah untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pangan bergizi dan aman.
Di tingkat kecamatan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah kecamatan, PKK, kader Posyandu, serta perangkat daerah terkait. Camat Sumberjambe Faroek, S.P. turut mendukung pelaksanaan kegiatan yang memberikan pengetahuan praktis kepada para kader.
Salah seorang kader PKK, Heryanik, menyampaikan bahwa materi yang diberikan cukup mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di sekitar rumah.
“Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami mendapat pengetahuan tentang bagaimana memilih dan mengolah makanan yang tidak hanya enak, tetapi juga bergizi dan aman untuk keluarga. Talas dan ubi yang selama ini mudah ditemui ternyata bisa diolah menjadi berbagai makanan. Pengetahuan seperti ini nantinya bisa kami sampaikan lagi kepada masyarakat melalui kegiatan Posyandu,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan lahan pekarangan juga menjadi hal yang menarik bagi para kader karena dapat dilakukan secara sederhana oleh keluarga. Dengan menanam bahan pangan sendiri, masyarakat memiliki alternatif sumber pangan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Harapannya, setelah pelatihan ini kami bisa mengajak ibu-ibu untuk lebih memanfaatkan pekarangan dan bahan pangan lokal. Tidak perlu selalu bergantung pada bahan makanan yang mahal, karena di sekitar kita juga banyak bahan yang bisa diolah menjadi makanan bergizi. Yang penting cara mengolahnya benar dan kebutuhan gizinya tetap diperhatikan,” lanjut Heryanik.
Melalui kegiatan tersebut, pengetahuan tentang ketahanan pangan diharapkan tidak berhenti pada peserta pelatihan, tetapi dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat melalui peran kader Posyandu. Dengan demikian, pemanfaatan pangan lokal, penerapan prinsip B2SA, serta perhatian terhadap kebutuhan gizi anak dapat semakin diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pelatihan ini sekaligus memperkuat peran kader dalam mendukung terwujudnya keluarga yang lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan. Pemanfaatan talas, ubi, dan berbagai komoditas lokal lainnya diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk menghadirkan pangan yang sehat, aman, bergizi, sekaligus mudah dijangkau masyarakat.
Dengan sinergi antara PKK, kader Posyandu, pemerintah kecamatan, dan perangkat daerah, edukasi ketahanan pangan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumberjambe. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah bersama dalam membangun ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak di Kabupaten Jember.
(wd)