Sampah Rumah Tangga Membanjiri Saluran Air di Kaliwates, DPUPR Lakukan Pembersihan Intensif
- 17 Maret 2026
- Dibaca 438 Kali
Bagikan Via:
Sampah Rumah Tangga Membanjiri Saluran Air di Kaliwates, DPUPR Lakukan Pembersihan Intensif
JEMBER, 17 MARET 2026 - Tumpukan sampah rumah tangga kembali memenuhi saluran air (got) di sekitar patung Kaliwates, tepatnya di Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates. Kondisi ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap yang cukup menyengat dan mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Sampah yang terbawa arus air tersebut diduga berasal dari wilayah hulu. Berbagai jenis limbah ditemukan menumpuk di saluran, mulai dari botol plastik bekas, popok sekali pakai (pampers), bantal, hingga sampah rumah tangga lainnya. Material sampah yang terbawa arus kemudian tersangkut dan mengendap di beberapa titik, sehingga menghambat aliran air.
Akibatnya, pada waktu-waktu tertentu, terutama saat debit air meningkat, saluran tidak mampu menampung aliran secara optimal. Kondisi ini berpotensi menyebabkan luapan air ke permukaan dan meningkatkan risiko genangan hingga banjir di kawasan sekitar.
“Setiap pagi sampah yang menumpuk dan terbawa air dari hulu tersebut berbau menyengat dan mengganggu masyarakat sekitar,” ujar Fendi, warga yang tinggal di sekitar saluran air tersebut.
Fendi juga mengungkapkan bahwa permasalahan ini bukan terjadi sekali dua kali, melainkan sudah berlangsung cukup lama. Ia berharap adanya kesadaran dari masyarakat luas agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai maupun saluran air. Menurutnya, kebiasaan tersebut menjadi salah satu penyebab utama terjadinya penumpukan sampah dan banjir di wilayah perkotaan.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jember melalui petugas lapangan segera melakukan pembersihan sampah yang menumpuk dan meluap hingga ke bibir saluran irigasi. Pembersihan dilakukan dengan mengangkat sampah secara manual serta menggunakan peralatan pendukung agar aliran air kembali lancar.
Selain itu, DPUPR juga terus melakukan pemantauan rutin di titik-titik rawan penumpukan sampah, khususnya di kawasan perkotaan yang memiliki tingkat aktivitas tinggi. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga fungsi saluran drainase agar tetap optimal.
Petugas di lapangan menyebutkan bahwa bau menyengat yang timbul disebabkan oleh dominasi sampah organik dan limbah rumah tangga yang telah membusuk. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar apabila tidak segera ditangani.
Sebagai langkah preventif, DPUPR juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik terus disosialisasikan, termasuk ajakan untuk membuang sampah pada tempatnya serta tidak menjadikan sungai atau saluran air sebagai tempat pembuangan akhir.
Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mengatasi permasalahan ini. Dengan meningkatnya kesadaran bersama, diharapkan kejadian serupa tidak terus berulang dan lingkungan di kawasan Kaliwates dapat tetap bersih, sehat, serta terbebas dari ancaman banjir.