logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Mereka Tak Datang ke Puskesmas, Pelayananlah yang Datang ke Rumah

  • 11 September 2026
  • Dibaca 17 Kali
Bagikan Via:
mereka-tak-datang-ke-puskesmas-pelayananlah-yang-datang-ke-rumah-20260911

Mereka Tak Datang ke Puskesmas, Pelayananlah yang Datang ke Rumah

PATRANG, JEMBER — Pelayanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat bukan hanya tentang tersedianya fasilitas kesehatan, tetapi juga bagaimana layanan tersebut mampu menjangkau warga yang memiliki keterbatasan untuk datang berobat. Semangat itulah yang terlihat dalam pelaksanaan kunjungan Homecare di wilayah Kecamatan Patrang, Selasa, 11 Agustus 2026.

Kegiatan Homecare kali ini menyasar lima warga di Kelurahan Slawu dan Kelurahan Baratan. Sasaran terdiri atas tiga warga lanjut usia dengan kondisi rentan serta dua ibu hamil risiko tinggi yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara lebih dekat.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Banjarsengon, drg. Driana Desy Purwiningsih, M.Kes., bersama Tim Homecare Puskesmas Banjarsengon. Dari Kecamatan Patrang, kunjungan diikuti oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS), Fiqih Zulfikar Ali, S.STP., bersama unsur terkait.

Turut terlibat dalam kegiatan tersebut Kepala PTSP, perwakilan perangkat Kelurahan Slawu dan Kelurahan Baratan, LRT, unsur lingkungan setempat, serta Tim PPID. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti pada aspek pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial dan lingkungan yang turut memengaruhi kualitas hidup warga.

Di Kelurahan Slawu, tim Homecare mengunjungi tiga warga lanjut usia. Salah satunya adalah Ny. Misti, lansia dengan kondisi sakit berkepanjangan yang tinggal di Lingkungan Sumberlangon. Ia mengeluhkan sakit pada kaki dan perut. Setelah dilakukan pemeriksaan, tim memberikan penanganan berupa pemeriksaan dan pengobatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan hiperurisemia dan suspek Parkinson.

Selain kondisi kesehatan, tim juga melihat secara langsung kondisi tempat tinggal Ny. Misti. Rumah tersebut masih berlantai tanah, belum memiliki fasilitas kamar mandi sendiri dan belum memiliki sarana akses air bersih. Kondisi tersebut menjadi bagian penting yang diperhatikan dalam kunjungan karena lingkungan tempat tinggal turut berkaitan dengan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

Sasaran berikutnya adalah Mistari, seorang lansia yang masuk kategori warga miskin. Meski tidak menyampaikan keluhan kesehatan, pemeriksaan tetap dilakukan sebagai bagian dari upaya pemantauan. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan diagnosis penyakit tertentu. Namun, kondisi tempat tinggal yang masih berlantai tanah, keterbatasan fasilitas sanitasi serta belum tersedianya akses air bersih menjadi perhatian tim.

Kunjungan kemudian dilanjutkan kepada Ny. Tuya, seorang lansia yang hidup seorang diri. Ia menyampaikan keluhan berupa pusing dan rasa gatal pada kaki. Setelah mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan, diketahui adanya hipertensi, pterigium, dan dermatitis.

Kondisi Ny. Tuya menjadi perhatian tersendiri karena selain menghadapi persoalan kesehatan, ia juga tinggal seorang diri dengan kondisi rumah yang masih sederhana. Fasilitas kamar mandi dan akses air bersih juga belum tersedia secara memadai.

Sementara itu, di Kelurahan Baratan, tim Homecare menyambangi dua ibu hamil yang masuk kategori risiko tinggi. Salah satunya adalah Siti Kholifah, 24 tahun, yang mengeluhkan demam dan tidak berselera makan. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui kondisi Kekurangan Energi Kronis atau KEK.

Kondisi tempat tinggal Siti Kholifah tergolong layak, dengan fasilitas kamar mandi dan akses air bersih yang tersedia. Dari sisi administrasi, kepesertaan BPJS juga masih aktif. Namun, terdapat persoalan administrasi keluarga yang masih perlu ditindaklanjuti karena Kartu Keluarga belum terpisah setelah kepala keluarga meninggal dunia.

Sasaran berikutnya adalah Ny. Putri, 26 tahun, yang juga masuk kategori ibu hamil risiko tinggi. Dalam kunjungan tersebut, tidak ditemukan keluhan kesehatan, namun pemeriksaan menunjukkan kondisi pascaoperasi caesar dan anemia. Pemeriksaan dan pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan ibu mendapatkan perhatian sesuai kebutuhannya.

Kunjungan Homecare tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan kesehatan masyarakat membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pengobatan. Tim juga perlu memahami kondisi sosial, lingkungan tempat tinggal, akses sanitasi, air bersih, administrasi kependudukan, serta kepesertaan jaminan kesehatan setiap sasaran.

Bagi warga lanjut usia yang hidup sendiri atau memiliki keterbatasan ekonomi, kehadiran petugas kesehatan langsung di rumah menjadi bentuk pelayanan yang sangat berarti. Begitu pula bagi ibu hamil risiko tinggi, pemantauan secara berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi dan menangani persoalan kesehatan sedini mungkin.

Melalui program Homecare, pemerintah berupaya memastikan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih tetap mendapatkan akses pelayanan. Pelayanan tidak sekadar menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan, tetapi bergerak mendatangi rumah-rumah warga dan melihat langsung kondisi yang mereka hadapi.

Bagi Kecamatan Patrang, kolaborasi antara Puskesmas Banjarsengon, pemerintah kecamatan, kelurahan, serta unsur terkait menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan yang lebih responsif dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

Sebab, di balik setiap pintu rumah yang dikunjungi, ada cerita dan kebutuhan yang berbeda. Ada lansia yang hidup sendiri, ada keluarga dengan keterbatasan fasilitas, dan ada ibu yang membutuhkan perhatian selama menjalani kehamilan berisiko.

Homecare hadir untuk memastikan pelayanan kesehatan semakin dekat, semakin manusiawi, dan tidak meninggalkan mereka yang paling membutuhkan. Dari rumah ke rumah, kepedulian terus dihadirkan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih merata bagi masyarakat Kecamatan Patrang.(Naf)

Galeri Foto