Meriahkan Bersih Desa, Kelurahan Baratan Gelar Tradisi Sakral Ta'bhutaan
- 25 Agustus 2026
- Dibaca 60 Kali
Bagikan Via:
Meriahkan Bersih Desa, Kelurahan Baratan Gelar Tradisi Sakral Ta'bhutaan
JEMBER, 25 AGUSTUS 2026 - Suasana semarak dan penuh khidmat menyelimuti Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Selasa 25 Agustus 2026. Ratusan warga tumpah ruah di sepanjang jalan utama untuk menyaksikan arak-arakan budaya Ta’bhutaan, ikon tahunan dalam tradisi bersih desa.
Perayaan ini bukan sekadar tontonan meriah, melainkan ritual sakral yang bernilai mendalam bagi masyarakat setempat. Ta’bhutaan menampilkan arak-arakan boneka raksasa bernama Ta’bhuta, tarian bertopeng, serta iringan musik dinamis dari paduan kendang, jidur, dan rebana.
Secara historis, tradisi ini sarat dengan nilai spiritual. Masyarakat Baratan meyakini arak-arakan tersebut berfungsi sebagai ritual tolak bala, mengusir roh jahat, membersihkan desa dari malapetaka, serta memohon keselamatan. Keyakinan turun-temurun ini menjadikan Ta’bhutaan sebagai identitas budaya yang tak terpisahkan.
Selain makna spiritual, Ta'bhutaan juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan gotong royong. Persiapan acara, mulai dari pembuatan boneka berkerangka bambu hingga latihan tari dan musik, dilakukan bersama oleh lintas generasi. Semangat kebersamaan tampak nyata saat warga tua dan muda bahu-membahu menyukseskan acara.
Eksistensi Ta'bhutaan telah diakui secara luas dan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Hal ini menegaskan posisi Ta'bhutaan sebagai kekayaan budaya Nusantara yang wajib dilestarikan. Di Kabupaten Jember sendiri, tradisi ini rutin digelar untuk memeriahkan bersih desa di berbagai wilayah.
Pemerintah Kelurahan Baratan menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga tradisi leluhur ini. Pelaksana Tugas (Plt.) Lurah Baratan, Denny Wijiyati, S.AP., hadir langsung mengawal jalannya acara sebagai bentuk dukungan penuh pihak kelurahan.
Dalam kesempatan tersebut, Denny menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga sekaligus menegaskan pentingnya menjaga tradisi lokal.
"Ta'bhutaan bukan sekadar warisan budaya, melainkan jiwa dan identitas masyarakat Baratan. Melalui momentum bersih desa ini, kita tidak hanya menjalankan ritual, tetapi juga memperkuat persatuan dan kearifan lokal," ujar Denny. Ia menambahkan bahwa pemerintah kelurahan akan terus mendukung upaya pelestarian budaya agar tradisi ini diwariskan ke generasi penerus.
Puncak perayaan berlangsung meriah dan lancar. Arak-arakan boneka raksasa yang diiringi tabuhan musik dan tarian warga mengular di sepanjang jalan, menyatukan kegembiraan dengan kesakralan ritual. Kelurahan Baratan pun kembali menegaskan posisinya sebagai penjaga warisan seni dan budaya Nusantara di tengah arus modernisasi. (fzr)