Tekan Angka Stunting, TP PKK Ajung Dorong Optimalisasi Pelayanan Posyandu di Tiga Desa
- 06 Juli 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Tekan Angka Stunting, TP PKK Ajung Dorong Optimalisasi Pelayanan Posyandu di Tiga Desa
JEMBER, 06 JULI 2026 – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Ajung bergerak cepat dalam memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat dan mengakselerasi penurunan angka stunting. Langkah konkret ini diwujudkan melalui aksi monitoring dan pembinaan intensif yang dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kecamatan Ajung, Ny. Luvita Sifak, di tiga Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) strategis pada Senin, 06 Juli 2026.
Langkah pembinaan ini menyasar tiga titik utama, yaitu Posyandu Jambu 17 (Desa Klompangan), Posyandu Jambu 65 (Desa Wirowongso), dan Posyandu Jambu 75 (Desa Rowoindah). Selain mengevaluasi mutu pelayanan, kehadiran TP PKK ini bertujuan untuk membakar semangat para kader sebagai ujung tombak kesehatan di tingkat akar rumput.
Untuk memastikan intervensi yang tepat sasaran, Luvita Sifak meninjau langsung data administrasi serta peta sebaran wilayah pelayanan. Kunjungan pertama diawali di Posyandu Jambu 17 yang terletak di Dusun Curah Kates, Desa Klompangan. Posyandu ini menaungi wilayah pelayanan mencakup enam RT di bawah dua RW, dengan target sasaran prioritas yang terdiri atas 10 ibu hamil, 78 bayi dan balita usia 0–59 bulan, serta 80 lanjut usia (lansia).
Perjalanan monitoring kemudian berlanjut ke Posyandu Jambu 65 yang berlokasi di Dusun Penanggungan, Desa Wirowongso. Memiliki cakupan wilayah yang padat penduduk, posyandu ini melayani 10 RT dari dua RW yang mengover 551 Kepala Keluarga (KK) dan 485 rumah. Di wilayah ini, perhatian khusus diberikan kepada target sasaran yang cukup besar, yakni 117 anak (terdiri atas 27 bayi dan 79 balita), 12 ibu hamil, satu ibu nifas, serta 48 ibu menyusui.
Rangkaian peninjauan data ini ditutup di Posyandu Jambu 75 yang berada di Dusun Rowo, Desa Rowoindah. Posyandu yang mencakup dua RW dengan total 10 RT ini tercatat memiliki target pelayanan bagi 70 warga, yang di antaranya meliputi enam ibu hamil, tujuh lansia, serta sasaran prioritas lainnya sesuai data pemutakhiran berkala.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua TP PKK Ajung memantau langsung seluruh alur pelayanan. Proses meja satu hingga meja lima tidak luput dari perhatian, mulai dari pendaftaran, penimbangan berat badan, pengukuran status gizi, hingga pemeriksaan kesehatan khusus bagi ibu hamil dan lansia.
Tidak sekadar meninjau, dialog dua arah juga digelar bersama para kader dan tenaga kesehatan untuk memetakan tantangan riil di lapangan. Luvita menegaskan bahwa peran kader yang bekerja secara sukarela merupakan pilar penting dalam menyukseskan program kesehatan pemerintah.
"Posyandu adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui pembinaan ini, kami ingin memastikan seluruh kader tetap semangat memberikan pelayanan terbaik. Kader memiliki peran strategis dalam memantau tumbuh kembang anak, mengedukasi keluarga, serta mendukung penuh percepatan penurunan angka stunting di Kecamatan Ajung," ujarnya.
Di akhir rangkaian kunjungan, Luvita memberikan arahan khusus mengenai pentingnya ketertiban pencatatan data administrasi Posyandu. Akurasi data dari kader dinilai menjadi kunci utama dalam menentukan kebijakan kesehatan yang efektif di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Keberhasilan peningkatan derajat kesehatan ini, menurutnya, tidak bisa dibebankan kepada kader semata, melainkan membutuhkan kerja sama multidimensi.
"Kami berharap sinergi antara TP PKK, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat terus diperkuat. Dengan keterpaduan ini, pelayanan Posyandu akan semakin berkualitas, tertib administrasi, dan mampu menjangkau seluruh sasaran secara optimal demi mewujudkan masyarakat Ajung yang sehat, produktif, dan sejahtera," pungkasnya. (ar)